Header Ads

Bantu Korban Banjir,Bung Ramson Diminta Perjuangkan Perahu Karet

KAJEN - Bantuan logistik diberikan anggota Komisi VII DPR RI Jateng X, Fraksi Gerindra, Bung Ramson kepada korban banjir yang ada di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto dan Desa Bener Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Senin (28/1).

Karena lokasi tidak bisa dijangkau oleh kendaraan, Tim Staf anggota Komisi VII DPR RI Jateng X, Bung menggunakan perahu yang kemudian langsung diterima oleh emak-emak di Desa Sijeruk, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu,Bung Ramson menyampaikan bahwa meskipun saat ini dirinya masih ada tugas di Jakarta, namun setelah mendengar wilayah Kabupaten/ Kota Pekalongan dan Batang terkena bencana banjir, ia langsung menginstruksikan kepada Tim Staf yang ada didapil agar memberikan bantuan kepada korban banjir.

"Saya sedang di Jakarta, namun setelah mendengar kabar ada banjir, staf saya minta turun langsung untuk menberikan bantuan. Ya, meskipun bantuan tidak seberapa namun setidaknya bisa meringankan korban banjir,"ungkapnya.
 
Pihaknya juga mengatakan,musibah banjir merupakan musibah bersama untuk itu harus segera tertangani,Bung Ramson berharap air cepat surut dan warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Adapun,tokoh pemuda Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto juga sempat menyampaikan aspirasi kepada staf agar Bung Ramson bisa memperjuangkan perahu karet. Sehingga ketika ada banjir bisa digunakan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.


"Kami mengucapkan banyak terimakasih, karena desa kami sering memdapatkan bantuan dari Bung Ramson. Bahkan tidak hanya kali ini saja, sebelumnya Bung Ramson juga sudah pernah memberikan bantuan," unkap ibu ibu Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Riyanti sembari memegang Mie Instan diatas perahu.

Menurutnya, air naik sejak Sabtu (26/1) kemarin setelah wilayah setempat diguyur hujan lebat. Padahal sebelumnya meskipun banjir belum masuk ke rumah, namun saat ini sudah masuk rumah rumah warga.

Salah seorang tokoh pemuda Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Rudi mengaku bahwa meskipun banjir sudah masuk ke pemukiman namun sampai saat ini warga masih tetap bertahan.

"Ketinggian banjir kini sudah selutut kaki orang dewasa. Namun untuk kendaraan tidak bisa melintas karena air terlalu tinggi,"pungkasnya. (Ros-Nk)

Diberdayakan oleh Blogger.