Header Ads

Ganja dan Sabu Dominasi Peredaran Narkoba Jelang Tahun Baru

Ganja dan Sabu Dominasi Peredaran Narkoba Jelang Tahun Baru
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta - Ganja dan Sabu menjadi dua jenis narkoba yang peredarannya mendominasi jelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Berdasarkan hasil pengungkapan pihak kepolisian di pekan kedua Desember 2018 ditemukan sebanyak 97,642 kg sabu dan 256,27 kg ganja hendak diselundupkan dari sejumlah wilayah ke Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Dirtipidnarkoba Bareskrim) Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto mengatakan bila dibandingkan pekan pertama Desember 2017, jumlah penyelundupan ganja mengalami penurunan sebesar 42,13 persen sedangkan sabu meningkat sebesar 94,38 persen.


"Ganja mengalami penurunan dari 442,868 kg, sabu mengalami kenaikan dari 50,233,8 kg," kata Eko saat memberikan keterangan pers di kantornya, Cawang, Jakarta Timur pada Jumat (14/12).

Di luar itu, lanjutnya, polisi menemukan narkotika jenis lain yang hendak diselundupkan jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, yakni ekstasi sebanyak 2.100 butir, tembakau gorilla sebanyak 0,52 kg, dan sejumlah jenis narkotika lain dalam jumlah yang juga cukup banyak seperti psikotropika.

"Ada jenis hashish, kokain, dan ketamine," katanya.

Menurutnya, pengungkapan kasus peredaran narkotika ini pun dilakukan oleh jajaran direktorat reserse narkoba di sejumlah kepolisian satuan wilayah tingkat daerah (polda).


Pengungkapan terbanyak di pekan kedua Desember 2018 ini dilakukan oleh Polda Sumatera Utara yakni 100 kasus disusul Polda Metro Jaya sebanyak 86 kasus, dan Polda Jawa Timur sebanyak 71 kasus.

Eko melanjutkan, berdasarkan hasil pemetaan pihaknya diketahui bahwa upaya penyelundupan sabu dilakukan dari Malaysia menuju Pulau Rupat, Bengkalis, Riau lewat jalur laut.

Selain itu, pihaknya juga menemukan upaya penyelundupan sabu lewat jalur udara, sebagaimana terjadi di Bali.

Dari pengungkapan kasus ini, Eko menambahkan, polisi menangkap sejumlah orang antara lain 18 orang bandar, 442 orang pengedar, dan 381 orang penyalahguna.

Menurutnya, lima sosok di antara orang-orang yang ditangkap pihaknya tersebut merupakan warga negara asing.

(CNNIndonesia)
Diberdayakan oleh Blogger.