Header Ads

Bupati Sebut Alokasi Dana Transfer 2019 Sebanyak Rp 1,6 T

KAJEN - Tahun 2019, Kabupaten Pekalongan akan mendorong sebanyak 272 desa yang ada, untuk melakukan inovasi, agar dapat meningkatkan sektor perekonomian, kemudian membantu pengentasan kemiskinan daerah secara umum.

Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Senin (17/12/2018), usai mengikuti kegiatan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2019 dan Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Desa Tahun 2019, di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang.

Menurut Bupati, alokasi dana transfer tahun 2019 yang diterima Kabupaten Pekalongan sebanyak Rp 1,6 triliyun, dengan rincian dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 967,2 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 133,5 miliar, Dana Insentif Daerah (DID) Rp 35,1 miliar, DAK Non Fisik Rp 224,5 miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 21,2 miliar, dan Dana Desa Rp 259,7 miliar.

Dijelaskan, sesuai dengan arahan Presiden, dalam pelaksanaan penggunaan dana transfer tersebut, adalah bagaimana daerah membuka kran investasi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). "Secara umum Kabupaten Pekalongan, sudah bergeliat iklim investasinya, kemudian SDM terus di tingkatkan, indikasinya banyak berdiri perguruan tinggi," kata Bupati.

Karena itu, meski baru memimpin Kota Santri selama 2,5 tahun, Asip Kholbihi mengaku optimis bahwa Kabupaten Pekalongan akan semakin dinamis, terlebih ada stimulus dari APBD bersumber dari APBN, untuk penguatan SDM.

Hal itu bisa dilihat dari peningkatan infrastruktur pendidikan, pelatihan-pelatihan, penurunan angka pengangguran dari angka 6 menjadi 4,5. kemudian angka kemiskinan dari 12,61 menjadi 10,06. Selanjutnya, masyarakat semakin mudah mendapatkan akses publik dengan jalan semakin baik, infrastruktur pengembangan ekonomi, dengan dibangunnya 5 pasar di tahun 2018.

Tahun 2019 pembangunan tersebut akan terus ditingkatkan, dan dana transfer yang diterima akan dipertanggungjawabkan secara akuntabel serta transparan untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat. Termasuk dana tersebut untuk pengentasan kemiskinan, terutama di desa-desa dengan mendorong desa agar memiliki inovasi.

"Sebab di Kabupaten Pekalongan mempunyai potensi luar biasa, dengan kekayaan anugerah alam yang indah, semua desa memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata, kemudian potensi andalan seperti batik dan tekstil akan terus dipacu, karena dana desa sangat besar. Ini yang menjadi penguatan nanti di tahun 2019 adalah kemajuan pembangunan serta pengentasan kemiskinan," jelas Bupati.

Paling penting dari tujuan tersebut dijelaskan Asip, tahun 2019 pihaknya akan melaunching 3 desa untuk laboratorium penanganan kemiskinan, untuk memotret kemiskinan di daerah atas yakni pegunungan atau desa miskin dilakukan di Desa Botosari Kecamatan Paninggaran (telah dilaunching Desember 2018). Kemudian profil daerah miskin kota di Desa  Kertijayan Kecamatan Buaran, serta kawasan miskin pesisir pantai di Desa Mulyorejo Kecamatan Tirto.

Laboratorium penanganan kemiskinan tersebut akan dikeroyok semua stakeholder yang ada di Kabupaten Pekalongan, baik pemerintah, dunia usaha, perbankan serta lainnya. Sehingga kawasan miskin Kota Santri terpotret serta tertangani secara tepat.
Diberdayakan oleh Blogger.