Header Ads

Australia Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Indonesia

Foto: Istimewa
Foto : Istimewa
SYDNEY - Pemerintah Australia, Kamis (13/12), mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya yang ingin bepergian ke Indonesia menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Warga yang hendak terbang ke Bali dan pulau-pulau tropis lainnya diingatkan untuk ekstra hati-hati, demikian peringatan tersebut.
"Beberapa minggu ini telah berlangsung aksi demonstrasi di sekitar Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan Konsulat Jendral Australia di Surabaya. Demonstrasi mungkin berlanjut di Jakarta, atau kantor konsulat di Surabaya, Bali dan Makassar. Mohon bersikap sangat hati-hati," demikian petikan peringatan yang juga dipasang di situs Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan aplikasi smartraveler bagi warga negeri kanguru itu.
Peringatan ini dikeluarkan hanya dua hari sebelum pernyataan Perdana Menteri Scott Morrison pada Sabtu (15/12) bahwa pemerintahnya memutuskan untuk mengakui secara resmi wilayah Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, tetapi tidak akan memindahkan kedutaan besar mereka hingga tercapai penyelesaian damai antara Israel dan Palestina.
Dalam pidatonya, Morrison mengatakan Australia baru akan mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina jika telah tercapai solusi dua negara, dan selama hal itu belum tercapai maka Kedutaan Besar Australia tidak akan dipindahkan dari Tel Aviv ke lokasi lain.
Morrison menambahkan bahwa meskipun pemindahan kedutaan besar itu ditunda, pemerintah Australia akan tetap mendirikan kantor urusan pertahanan dan perdagangan di Yerusalem, dan sekaligus mulai mencari lokasi yang tepat bagi kedutaan besar mereka kelak.
Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, mengecam keras pernyataan Morrison sebelumnya yang berniat mengikuti jejak Amerika memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem. Kecaman itu sempat diikuti seruan sejumlah kalangan agar Indonesia mempertimbangkan ulang perjanjian perdagangan dengan Australia yang sedianya ditandatangani akhir tahun ini.
(Suara Merdeka)
Diberdayakan oleh Blogger.