Header Ads

Sosialisasi Tahapan Kampanye Pemilu Untuk Minimalisir Pelanggaran

KAJEN –  Untuk meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh para Calon Legislatif atau Caleg peserta pemilu serta tim kampanye calon presiden pada pemilu serentak 2019,Bawaslu Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Sosialisasi Tahapan Kampanye Pemilu,bagi para calon legislatif DPRD Kabupaten Pekalongan dan tim kampanye Capres dan Cawapres di Gedung Pemuda Kajen,Kamis (8/11/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bawaslu Propinsi Jawa Tengah, KPU Kabupaten Pekalongan, Polres Pekalongan, Kesbangpol serta dihadiri oleh para caleg dari dapil 1 dan 2 dan tim kampanye Calon Presiden.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat membuka kegiatan sosialisasi tahapan kampanye Pemilu tersebut mengingatkan kepada para caleg untuk tetap menjaga iklim yang kondusif meski saling bertarung dalam memperebutkan suara.

"Kontestansi politik jangan dimasukkan dalam hati sehingga stabilitas politik dapat terus terjaga, taati aturan yang ada serta bersaing secara sehat," kata Bupati.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi menuturkan, acara sosialisasi bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para caleg terutama mengenai aturan kampanye seperti pemasangan alat peraga kampanye atau APK dan tata cara mengumpulkan orang untuk tujuan kampanye. 

"Kegiatan ini merupakan wujud aplikasi Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang tugas Bawaslu Kabupaten yakni pencegahan, penindakan dan penyelesaian sengketa proses. Untuk itu kita beri sosialisasi aturannya agar tidak melanggar sebagai bentuk upaya pencegahan," ujar Fahmi.

Dikatakan Dzul Fahmi, sebelumnya telah dilakukan sosialisasi serupa untuk daerah pemilihan atau Dapil 3 di kecamatan Siwalan, dan ke depan akan di lakukan di dapil 4 dan 5. Menurutnya beberapa waktu yang lalu masih banyak caleg yang melakukan pelanggaran terutama pemasangan APK. 
"Kita sudah melakukan penertiban sekali terkait pelanggaran pemasangan APK yang tidak sesuai bersama Satpol PP seperti di pohon dan tempat-tempat lain yang dilarang dan kedepan kita akan lakukan lagi," pungkasnya.(Ros-Nk)
Powered by Blogger.