Header Ads

Mauludan,Bupati Sebut Wiroto Pernah Punya Bupati Sendiri

KAJEN - Kekayaan sejarah dan budaya di Kabupaten Pekalongan sampai sekarang masih terus menjadi sebuah kearifan lokal yang dilestarikan oleh masyarakat, serta diperingati, dalam sebuah tradisi berbalut nilai agama.

Hal itu seperti dilakukan masyarakat di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, yang setiap tahun memperingati haul Bupati Wiroto, Djayengrono, sebagai salah satu tokoh masyarakat, serta kepala daerah.

Peringatan haul yang dilakukan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di halaman Masjid Jami Al-Qodim Desa Kauman Kecamatan Wiradesa, Rabu malam (7/11/2018), dihadiri oleh ribuan masyarakat, serta menghadirkan ulama-ulama ternama.

Pada kesempatan itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan masyarakat tersebut adalah bentuk dari 'nguri-nguri' tradisi orang tua, yakni memperingati haul Bupati Wiroto, Djayengrono.

"Dulu Wiroto itu merupakan kabupaten tersendiri, sehingga memiliki bupati. Namun kemudian tahun 1800 an, oleh kolonial Belanda digabung menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Pekalongan, dan nama Wiradesa juga memiliki makna sendiri," kata bupati.

Dinamakan Wiradesa karena terdapat banyak prajurit dari desa, karena penggalan kata wira memiliki arti prajurit dan desa adalah desa. Kemudian perekembangan wilayah, menjadi sebuah daerah di Kabupaten Pekalongan.

"Haul ini, kita untuk mengenang, menghormati, mendoakan para tokoh terdahulu yang telah membawa kebaikan dan kemakmuran bagi semuanya, termasuk di Wiradesa ini, masyarakatnya bisa makmur dengan berbagai usaha perdagangan," tandas Bupati.

Kemudian peringatan Haul Djayengrono sebagai Bupati Wiroto pada masa itu, untuk mempertahankan nilai-nilai keIslaman yang sudah diwariskan oleh bupati terdahulu. Karena bupati ketika itu adalah seorang wali.

"Sehingga sekarang ini kita menjadi Islam yang toleran, menghargai seluruh umat beragama. Sebagai generasi penerus, tahun sekarang ini, kita harus dapat menjaga warisan ajaran nilai luhur dari pendahulu, sehaligus untuk memperkenalkan khasanah budaya Islam," ungkap bupati.(Ros-Nk)
Powered by Blogger.