Header Ads

Evakuasi JT610 Disetop, DVI Pastikan Identifikasi Jalan Terus

Evakuasi JT610 Disetop, DVI Pastikan Identifikasi Jalan Terus
Keluarga korban penumpang Lion Air PK-LQP berdoa bersama dan tabur bunga dari atas KRI Banda Aceh
 di lokasi jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Karawang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri meminta keluarga korban Lion Air JT610 tidak khawatir soal masa evakuasi yang akan habis pada Rabu (7/11). Sebab berhentinya proses evakuasi bukan berarti proses identifikasi ikut berhenti.

Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Triawan Marsudi menegaskan pihaknya bakal terus melakukan proses identifikasi terhadap korban meski proses evakuasi dihentikan.

"Sampaikan ke keluarga jangan pernah khawatir, kami akan melakukan identifikasi sampai tidak ada lagi yang diperiksa," ujar Triawan saat ditemui di RS Polri, Jakarta, Selasa (6/11).

Basarnas sebelumnya menetapkan masa evakuasi Lion Air JT610 selama tujuh hari sejak Senin (29/10) hingga Minggu (5/11). Lalu masa evakuasi itu diperpanjang sampai Rabu (7/11).


Triawan menjelaskan proses evakuasi oleh Tim SAR gabungan dan identifikasi oleh DVI Polri berkaitan. Namun keduanya merupakan dua hal terpisah.

Tim DVI bekerja 24 jam untuk mempercepat proses identifikasi, tapi tetap menjaga tingkat ketelitian identifikasi. Karena itu, tim DVI tidak mau terburu-buru dalam mengidentifikasi korban Lion Air JT610.

"Prinsip identifikasi adalah kehati-hatian, bukan grusa-grusu, ini menyangkut identitas seseorang," tutur dia.

Untuk diketahui hingga saat ini, sudah ada 184 kantong jenazah yang berhasil ditemukan Tim SAR gabungan. Dari kantong-kantong jenazah itu, Tim DVI sudah mengidentifikasi 44 korban dari 189 korban.


Seperti diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 dilaporkan hilang kontak pada pukul 06.33 WIB atau sekitar 13 menit usai lepas landas dari Bandara Soetta, Jakarta, Senin (29/10). Pesawat itu tak pernah sampai di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung usai dipastikan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Saat kecelakaan, pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 itu mengangkut 189 orang, terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.

(CNNIndonesia)
Powered by Blogger.