Header Ads

Bung Ramson Bersama Kemendikti Gelar Diseminasi Produk Teknologi Prototipe

KAJEN - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Jateng X, Bung Ramson bersama Kementrian Riset Dikti dan Universitas Semarang (Unes),menggali potensi daerah melalui diseminasi produk teknologi prototipe bagi masyarakat di Kabupaten Batang,yang digelar di Aula Hotel Dewi Ratih,Batang,Kamis (8/11/2018).

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan masyarakat tersebut untuk memberikan pengetahuan teknologi praktis terhadap masyarakat batang,Adapun potensi yang dikenalkan dalam kesempatan tersebut yaitu olahan tanaman singkong dan jahe hitam.

Anggota Komisi VII DPR RI Jateng X, Fraksi Gerindra, Bung Ramson mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama dirinya dengan Kemenristek Dikti dan juga Unes. 
 
"Jadi supaya keunggulan teknologi daerah yang dimiliki atau yang sudah lama dimiliki masyarakat Kabupaten Batang dapat dikembangkan. Karena ada begitu banyak contoh produk unggulan di Kabupaten Batang yang perlu di match dengan teknologi,"tuturnya.

Nantinya kerjasama ini akan direalisasikan dari tahap ke tahap dengan program yang bisa didukung melalui anggaran. Akan tetapi ini akan lebih baik lagi kalau secara bertahap sudah berjalan.

"InsyaAllah di pemerintahan selanjutnya potensi ini dapat dikembangkan untuk lebih maju lagi. Sehingga masyarakat bisa menikmati nilai lebih untum menambah penghasilan, dengan begitu masyarakat akan lebih sejahtera," imbuh anggota DPR RI Jateng X, meliputi Kabupaten/ Kota Pekalongan, Batang dan Pemalang.

Perwakilan dari Universitas Semarang, Eka Yuliastuti menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya untuk memberikan teknologi yang dihasilkan oleh para dosen akademis kepada masyarakat,sehingga barang-barang teknologi itu tidak hanya jadi prototype yang ada di dalam kampus.

"Kami dari Unnes akan melakukan pendampingan dari pra produksi hingga sampai pemasaran pemasaran. Termasuk juga pemasaran bagaimana produk yang dipasarkan itu sesuai dengan kelayakan pasar, mulai dari uji mutu kualitas maupun dari legalisasi mutu produk. Ini tugas kami dari akademisi dari perguruan tinggi yang kemudian turun tangan langsung ke lapangan untuk jemput bola kepada masyarakat," katanya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Nurcahyaningsih menyatakan bahwa sebetulnya yang dibutuhkan adalah pendampingan dan modal.

"Sebetulnya yang dibutuhkan itu pendampingan dan modal,karena ketika terbentur dengan modal sudah tidak bisa apa-apa,kemudian untuk pemasarannya juga seringkali kesulitan,"katanya. (Ros-Nk)
Powered by Blogger.