Header Ads

Beda Kuota PABBSI dan Kemenpora soal Lifter ke Kualifikasi Olimpiade 2020

Foto: Agung PambudhyKemenpora selektif dalam mendukung angkat besi ke kualifikasi Olimpiade 2020. Hanya mendukung nomor tertentu. 

Pemerintah membuat acuan untuk Indonesia ke Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka menyebut 96 nomor pertandingan yang berpotensi lolos kualifikasi olimpiade itu. Di antaranya, nomor-nomor dari cabang olahraga angkat besi. 

Dari cabang olahraga angkat besi itu, Kemenpora memprediksi tiket olimpiade bisa diraih dari empat kelas. Yakni, Eko Yuli Irawan di kelas 61 kg, Deni (67 kg), Triyatno (73 kg), dan Sri Wahuni Agustiani (49 kg). Kemenpora merujuk prestasi atlet-atlet sejauh ini. 

Kuota dari pemerintah itu menjadi masalah bagi PP PABBSI. Sebab, federasi angkat berat dan angkat besi Indonesia itu memberi tempat kepada sepuluh lifter untuk bertarung di kualifikasi Olimpiade 2020. Sebanyak 10 lifter itu bertarung di tujuh nomor yang olimpiade. Mereka adalah Yolanda Putri dan Sri Wahyuni (49 kg), Syarah Anggraini (55 kg), Acchedeta Jagadhita (59 kg), Nurul Akmal (+87kg), Eko Yuli Irawan dan Surahmat Bin Suwoto Wijoyo (61 kg), Deni (67 kg), Triyatno (73 kg), dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg). PABBSI pun harus mencari dana tambahan untuk menyokong lifter yang tai dibiayai pemerintah. 

"Itu kan prediksi kami berdasarkan prestasi, pasti teman cabor ingin mengusulkan. Pembuktian contohnya di Ashgabat ada 10 atlet yang dikirim tentu dari kami ada prioritas," kata Deputi IV bidang Peningkatan Olahraga Kemenpora, Mulyana. 

Sejauh ini, dari empat nama itu hanya Eko yang berhasil pada kualifikasi pertama di Kejuaraan Dunia 2018 Ashgabat. Ia menjadi juara dunia setelah mencatat total angkatan 317 kg (snatch 143 kg dan clean & jerk 174 kg). Tiga lifter lainnya lolos delapan besar, sedangkan enam atlet lainnya terlempar jauh dari target. 
(Detik.com)



Powered by Blogger.