Header Ads

500 Perempuan Kota Santri Ikuti Pelatihan Dari OJK

KAJEN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan BNP Paribas, bersama Dekranasda melatih 500 perempuan Kabupaten Pekalongan, untuk dapat mengelola keuangan keluarga dengan baik, di aula lantai I Gedung Setda, Kamis (1/11/2018).

Kegiatan yang dibagi dalam 5 kali kegiatan dan diikuti 100 perempuan di Kota Santri itu, menurut Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi, merupakan kegiatan mandiri yang didukung oleh tiga managemen tersebut.

"Kegiatan ini untuk mengedukasi perempuan di Kabupaten Pekalongan, sebanyak 500 peserta dan dilakukan bertahap. Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada perempuan dalam pengelolaan keuangan keluarga," katanya.

Disebutkan, keuangan keluarga lebih banyak dipegang oleh perempuan, sehingga berhasil atau tidaknya, bergantung pada pengetahuan perempuan dalam pengelolaan keuangan. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan kehidupan keluarga berlangsung baik, karena keuangan dapat ditata untuk masa depan ekonomi keluarga.

Kemudian, para perempuan dapat menata ekonomi keluarga sebagai pondasi kehidupan lebih baik, serta terencana. Sehingga anak-anak dapat menggapai cita-cita mereka, tanpa ada kendala lantaran sudah dipersiapkan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan terima kasih kepada OJK, Bursa Efek Indonesia, dan BNP Paribas yang telah memberikan pengetahuan kepada perempuan di Kabupaten Pekalongan.

"Kita bersyukur bahwa OJK dan Dekranasda ikut bersama-sama berikhtiar bagaimana perempuan di Kabupaten Pekalongan dapat mengelola keuangan secara baik, tapi yang pertama harus taat kepada suami, kemudian duit suami dapat dikelola untuk lebih manfaat," tandas bupati.

Disebutkan, sekarang ini negara sedang membangun performance perekonomian tingkat basis, supaya masyarakat melek permodalan, perlindungan konsumen, paham bagaimana cara managemen keuangan mikro supaya berdaya guna.

"Termasuk diantaranya adalah managemen keuangan keluarga sebagai salah satu perekonomian tingkat basis, karena dengan kemakmuran keluarga di Indonesia, akan menunjukkan keberhasilan bangsa dari segi peningkatan perekonomian," ungkap Asip.

Dijelaskan, Kabupaten Pekalongan mempunyai UKM sebanyak 53 ribu lebih, 20 ribu bergerak di sektor batik dan industri kecil konveksi. Batik dan tekstil menyumbang banyak untuk Kabupaten Pekalongan. "Itu menandakan, uang apabila dikelola dengan baik, hati-hati, dapat berdayaguna dan lebih bermanfaat untuk menghadirkan kemakmuran," terangnya.
Powered by Blogger.