Header Ads

Warga Palestina dan Arab Israel Unjuk Rasa Tentang UU Yahudi

Warga Palestina dan Arab Israel Unjuk Rasa Tentang UU Yahudi
Ilustrasi (AFP PHOTO / MAHMUD HAMS)
Jakarta - Warga Palestina bergabung dengan warga Arab Israel dalam unjuk rasa memprotes Undang-Undang Negara Bangsa Yahudi di Jatt. 

Undang-Undang negara disahkan pada Juli lalu dan UU itu merupakan bagian dari hukum dasar Israel. Hal ini juga berbicara mengenai Israel sebagai tanah air yang bersejarah bagi orang Yahudi dan mengatakan bahwa mereka memiliki hal unik untuk menentukan nasib mereka sendiri disana.

Unjuk rasa ini juga memperingati 13 orang tewas akibat bentrokan yang terjadi dengan aparat kepolisian pada Oktober 2000 lalu. Dalam bentrokan itu, 12 orang warga keturunan Arab Israel dan satu orang Palestina tewas.


Sebanyak 1.500 orang berpartisipasi dalam unjuk rasa untuk mengenang peristiwa 1 Oktober itu. Demo ini juga melancarkan serangkaian protes untuk mendukung Palestina. 


Para demonstran membawa berbagai foto korban dan bendera Palestina. Para demonstran juga berbaris dengan berbagai anggota parlemen termasuk Ayman Odeh, pemimpin Aliansi Gabungan Arab.

"Kami unjuk rasa hari ini untuk mengingatkan bahwa luka ini masih berdarah," kata Odeh yang berjanji untuk terus berjuang melawan perlakuan terhadap arab Israel dan Undang-Undang rasis.

Menurut koresponden AFP, di wilayah Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, berbagai sekolah dan pertokoan ditutup.

Demonstrasi juga diadakan di kota Ramallah, Tepi Barat lokasi dimana terjadinya bentrokan kecil di pos pemeriksaan. Bentrokan yang terjadi di kota Hebron Selatan memicu ketegangan.

Namun, di Kota Tua Yerusalem, wilayah Palestina suasananya terlihat sangat tenang.


Seorang warga Ramallah, Khaled Abu Ayoush mengatakan unjuk rasa itu dilakukan untuk melawan kebijakan yang dikejar oleh Israel untuk menghapus nasionalisme Palestina dan pemindahan warga dari tanah mereka.

Mahmud Hamed, seorang penjual roti tetap membuka toko rotinya di luar tembok Kota Tua Yerusalem.

"Kami adalah toko roti. Dalam perang, atau unjuk rasa orang biasanya butuh istirahat," kata dia.

Pejabat Senior Palestina, Hanan Ashrawi mengatakan jika unjuk rasa itu juga bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dengan desa Khan Al-Ahmar, dekat dengan Yerusalem.

(CNNIndonesia)
Powered by Blogger.