Header Ads

Sempat Berkunjung Ke Pekalongan,Sebelum Jatuh Bersama Pesawat Lion Air

foto:Joyo Nuroso di Facebooknya
KAJEN - Keluarga Joyo Nuroso yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610  yang jatuh di perairan Karawang,hingga siang ini,masih belum mengetahui kepastian keadaan Joyo Nuroso,Senin (29/10/2018).

Joyo Nuroso yang diduga menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 pagi tadi pada sekira pukul 06.33 Wib,berasal dari Desa Jetak Kidul Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan,meskipun setelah menikah tinggal dan berdomisili bersama empat orang anaknya dan seorang istrinya di Semarang.

Keponakan Korban di Kampung Batik,Mantoko,mengungkapkan dirinya pertama kali dikabari istrinya bahwa omnya yang sedang menuju ke Pangkal Pinanng ternyata pesawat yang ditumpanginya jatuh.

"Dari Kodim pertama kali saya dikabari istri saya 'mas itu om pesawatnya jatuh' terus saya langsung pulang ke sini (Jetak Kidul),saya konfirmasi di keluarga ternyata betul itu om saya,ini koordinasi keluarga akan ada yang ke semarang dan ada yang akan kejakarta,mungkin saya sama kakaknya om saya itu atau pakdhe saya yang ke jakarta,"tuturnya.

Dikatakan,Joyo Nuroso memang bekerja di Pangkal Pinang,meskipun anak-anak dan istrinya tinggal di semarang.

"Memang om saya kerja di Pangkal Pinang sebagai Kasubag Umum di Pajak,"ungkapnya.

Sebelumnya seluruh keluarga Joyo Nuroso pada Sabtu (27/10/2018) juga berkunjung ke Jetak Kidul untuk menengok saudaranya yang melahirkan di RSI Muhammadiyah Pekajangan.

"Kemarin sempat pulang ke pekalongan,satu keluarga semua ikut,malemnya nginep di rumah budhe saya,paginya ke semarang karena seninnya harus kembali ke pangkal pinang,waktu saya bertemu ya tidak ada tanda-tanda atau keanehan apa pun,"pungkasnya. (Ros-Nk)
Powered by Blogger.