Header Ads

Sekda Pekalongan Pimpin Study Banding Di Pemkab Purworejo

KAJEN Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan - Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM didampingi para Asisten dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan Kunjungan Kerja atau Study Banding ke Pemkab Purworejo, Jum'at (12/10/2018).


Sekda Kabupaten Pekalongan dan rombongan diterima oleh Pemerintahan Sekada Pemkab Purworejo – Sumharjono, S.Sos., MM.  Turut mendampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Boedi Harjono, Asisten Adminstrasi dan Kesra Drs Muh Wuryanto MM, Kepala Bapeda Drs pram Prasetyo Achmad MM, serta sejumlah Kepala OPD.

Pelaksanaan study banding di ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo, diawali sambutan Sekda Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., yang menyampaikan keinginannya untuk melakukan kunjungan kerja secara langsung di Purworejo. Terutama terkait pelayanan publik, investasi, dan peluang kerjasama daerah.

“Memang di tempat kami beberapa pelayanan publik sudah menggunakan sistem online, namun tidak ada salahnya kami terus belajar untuk ngangsu kaweruh dari kabupaten dan kota lain. Termasuk di Pemkab Purworejo ini, dan pola-pola di Purworejo yang dapat dikembangkan di daerah kami, akan diterapkan di pekalongan,” ujar Sekda.

Mukaromah menambahkan, Kabupaten Pekalongan meliputi 19 kecamatan yang terbagi dalam 272 desa dan 13 kelurahan, terdiri wilayah atas, tengah, bawah. Di wilayah bawah kemarin belum lama terjadi banjir rob. Untuk meminimalkan kerusakan dibangun tanggul yang menggunakan dana tak terduga sebesar Rp. 2,4 milyar. Sedangkan produk unggulannya berupa batik, jins, dan beberapa produk kerajinan lain seperti sarung dan lain sebagainya.

“Bahkan di Kabupaten Pekalongan, dengan budget Rp.90 ribu sudah bisa memperoleh batik. Jadi tidak semua batik harganya mahal. Disediakan pula produk batik dengan harga yang terjangkau juga kualitasnya bagus,” tuturnya.

Sementara Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Purworejo - Sumharjono yang mewakili Bupati menguraikan tentang wilayah Kabupaten Purworejo merupakan daerah agraris, dengan sebagian besar penduduk Purworejo bermata pencaharian sebagai petani.

“Namun seiring dengan dilaksanakannya beberapa megaproyek seperti pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo dan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, kami mulai mengembangkan bidang pariwisata,” tandasnya.

Untuk sumber pembiayaan pembangunan, lanjut Sunharjono, di Kabupaten Purworejo tidak terlalu besar, sehingga berupaya mengelolanya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Dan upaya kami itu alkhamdulillah tidak sia-sia, karena dalam lima tahun terakhir ini, secara berturut-turut berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” tandasnya.

Menurut Sumharjono, sebagai upaya meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Purworejo terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Dalam hal perizinan dan investasi, Pemkab Purworejo telah meluncurkan program SI IDA (Sistem Perizinan Daring) yang dilengkapi aplikasi TIKORTRACK (Titik Koordinat dan Tracking).

“Kami juga telah merintis kerjasama dengan beberapa Negara seperti Kroasia, Hungaria, Singapura dan yang kemarin baru saja berkunjung ke Purworejo yakni delegasi dari Australia. Berbagai upaya itu kami lakukan, dalam upaya memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelas Sumharjono.

Dalam study banding tersebut, juga diisi paparan dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) yang berlanjut dengan sesi dialog antar Kepala OPD dari Kabupaten Pekalongan dengan Kepala OPD Kabupaten Purworejo. Tim study banding juga mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Purworejo yakni di Pantai Jatimalang Purwodadi, dan sekitarnya.
Powered by Blogger.