Header Ads

Ribuan Imigran Honduras Lanjutkan Pawai Terobos AS

Ribuan Imigran Honduras Lanjutkan Pawai Terobos AS
(Reuters/Jorge Cabrera)
Jakarta - Ribuan imigran Honduras tetap melakukan pawai untuk menerobos perbatasan Amerika Serikat melalui Meksiko meski Presiden Donald Trump sudah merilis pernyataan keras.

"Tidak ada yang akan menghentikan kami setelah semua yang kami lalui," kata Aaron Juarez bersama istri dan bayinya yang ikut serta dalam gelombang imigran dalam karavan tersebut.

Rata-rata para imigran melarikan diri karena kondisi di Honduras sudah tidak aman. Banyak kelompok yang menguasai wilayah mereka kerap kali melakukan kekerasan secara brutal.


Seorang imigran bernama Jaled mengatakan bahwa mereka ingin menyeberang karena tidak ada pekerjaan di Honduras. Di kampung halamannya juga tidak ada pendidikan dan biaya hidup semakin tinggi.

Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez, pun mengakui bahwa masalah sosial menjadi faktor utama gelombang imigran membeludak.

Para imigran kemudian memanfaatkan aturan bebas visa ke Guatemala, di mana mereka kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Meksiko sebelum menuju AS.


Otoritas Meksiko berhasil memblokir para imigran di sebuah jembatan perbatasan antara Meksiko dan Guatemala. 

Sekitar seribu imigran termasuk perempuan dan anak-anak masih terdampar di jembatan perbatasan dan berharap dapat memasuki Meksiko secara legal melalui Guatemala.

Pihak berwenang Meksiko bersikeras bahwa mereka yang berada di jembatan tersebut harus mengajukan klaim permohonan suaka satu per satu untuk memasuki negara itu.


Sementara itu, karavan yang membawa lebih dari 3.000 hingga 5.000 orang bergerak melalui Guatemala pada waktu berbeda-beda.

Presiden Guatemala, Jimmy Morales, mengatakan bahwa lebih dari 5.000 imigran telah memasuki wilayahnya, namun sekitar 2.000 orang sudah kembali ke rumah.

Seorang pejabat dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional Guatemala (CONRED) mengatakan kepada AFP, lebih dari 1.000 penduduk Honduras telah meninggalkan karavan dan dibawa pulang menggunakan armada bus yang diatur oleh pemerintah Guatemala.

Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa upaya penuh sedang dilakukan untuk menghentikan para imigran ini menuju AS.

"Upaya penuh sedang dilakukan untuk menghentikan serangan imigran ilegal yang melintasi perbatasan," tulisnya di Twitter.

"Orang-orang harus mengajukan permohonan suaka di Meksiko terlebih dahulu, jika mereka gagal saat melakukan itu, AS akan menolaknya."

(CNNIndonesia)
Powered by Blogger.