Header Ads

Ribuan Guru Wiyata Bakti Geruduk Pendopo,Minta Kesejahteraan Lebih Diperhatikan

KAJEN - Ribuan Guru Wiyata Bakti menggeruduk Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan,mereka juga menggelar doa bersama di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan,Rabu (10/10/2018).

Ketua Panitia,Irfan Munawar Chaniago mengungkapkan,bahwa kegiatan tersebut dilakukan agar Guru WB memiliki kedekatan dengan pemangku kepentingan dan agar merasa saling memiliki.

"Disini tidak ada tuntut-tuntutan,tapi kesadaran masing-masing,yang satu mengabdi dengan benar yang satu memperhatikan kesejahteraan,"ungkapnya.

Dikatakan,Guru WB Kabupaten Pekalongan meminta kenaikan kesra meskipun itu terkait dengan PAD dan APBD masing-masing daerah apalagi jumlah guru wiyata bakti kabupaten pekalongan jumlahnya cukup banyak.

"Tadi respon pak bupati cukup bagus,beliau tetap akan mengusahakan,jadi setiap tahun akan ada kenaikan,insyaallah jika memang (anggaran) mencukupi.Saat ini kami (Guru WB) diberi lima ratus ribu (500rb) itu kebijakan yang luar biasa,insyaallah akan ada kenaikan-kenaikan lagi,kebijakan ini kan bertahap,"tuturnya.

Dilanjutkan,Guru WB juga menyampaikan agar tidak ada eksekusi atau pendepakan apabila ada PNS yang masuk karena selama ini seringkali terjadi.

Bupati Pekalongan,KH. Asip Kholbihi menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa permintaan guru Wiyata Bakti sangat normatif,pertama supaya mendapatkan gaji UMK sedangkan saat ini dari pemkab 500 ribu.

"Ini nanti harus dihitung,kemudian kedua mereka meminta kesejahteraan yang lain nanti akan kita cover di program-program sosial kita (seperti Jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan),"ungkapnya.

Dikatakan,Bupati juga akan mempertimbangkan lagi bagi guru WB berdasarkan lama mengajar dan jam mengajar agar mendapatkan honor dari pemkab lantara memang ada yang masih belum mendapatkan itu,nantinya Bupat juga akan mengirimkan surat ke Menpan RB terkait aspirasi guru WB kabupaten pekalongan.

Sementara itu Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan,Sumarwati mengatakan,bahwa pihaknya berterimakasih kepada guru WB lantaran tanpa mereka akan terjadi kekurangan guru.

Dikatakan,terkait dengan guru WB yang mengeluhkan pada tahun 2018 ini dana fungsional pusat tidak keluar,ia mengatakan bahwa memang ada 1.914 yang mendapatkan honor ,sebanyak 355 guru WB mendapatkan 200rb dari Kabupaten Pekalongan dan 1614 mendapatkan 500rb dari kabupaten pekalongan.

"Yang dapat dua ratus (200rb) itu karena sudah dapat tiga ratus (300rb) dari pusat,jadi biar sama lima ratus ribu (500rb),tapi ternyata yang dapat tiga raus ribu dari pusat tidak keluar maka dari itu nanti akan ada perubahan menganggarkan tiga ratus ribu (300rb),"tuturnya.

Sumarwati bersyukur kegiatan tersebut berjalan tertib dan lancar,apalagi para guru Wb tersebut juga mengumpulkan dana peduli gempa. (Ros-Nk)

Powered by Blogger.