Header Ads

Pelamar CPNS 2018 mencapai 4,4 Juta,Terbanyak dalam Sejarah

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui rilis Kepala Biro Hubungan Kemasyarakatan (Humas) menyampaikan pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 terbanyak dalam sejarah, dibanding dengan pelamar tahun-tahun sebelumnya.
“Pusat Data SSCN BKN mencatat bahwa akun pelamar CPNS 2018 ini mencapai 4.436.694 pelamar. Dari jumlah tersebut, terdata sudah memilih instansi sebanyak 3.782.685 pelamar, dan sebanyak 3.627.981 sudah menyatakan submit,” ujar Ridwan, Karo Humas BKN.
Sebagai perbandingan, menurut Ridwan, pelamar CPNS tahun 2014 tercatat mencapai 2,6 juta, sedangkan tahun 2017 hanya mencapai 2,4 juta. “Masa pendaftaran CPNS via portal SSCN yang semula direncanakan akan ditutup pada 10 Oktober 2018, akhirnya diperpanjang hingga 15 Oktober 2018,” tambah Karo Humas BKN seraya menyampaikan bahwa hal tersebut diputuskan dalam rapat Panitia Seleksi Nasional (panselnas) yang berlangsung Selasa, 2 Oktober lalu di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta.
Sebagai bahan pertimbangan atas perpanjangan masa pendaftaran tersebut, menurut Ridwan, adalah terjadinya bencana di beberapa daerah di Indonesia seperti gempa di NTB, serta gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah serta masalah ketidaksesuaian data kependudukan, sulitnya akses ke web SSCN pada awal masa pendaftaran. “Penundaan pelaksanaan rekrutmen CPNS tahun 2018 khusus untuk wilayah yang terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Panselnas CPNS, menurut Ridwan, memutuskan pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018 untuk formasi daerah di Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulawesi Tengah, Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong kemungkinan akan ditunda hingga tahun 2019. “Selain itu, untuk formasi CPNS daerah di wilayah Papua dan Papua Barat, pelaksanaan seleksi CPNS akan dilakukan secara terpisah,” tandas Karo Humas BKN.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafrudin mengatakan, Panselnas akan mengupayakan agar lokasi pelaksanaan SKD dan SKB dekat dengan domisili pelamar. “Panselnas menyediakan lebih dari 219 lokasi tes yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dirut TVRI di Jakarta, Selasa (16/10).
Menteri mengimbau agar para pelamar mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti rangkaian seleksi tersebut. Materi untuk tahapan SKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai ambang batas yang berbeda-beda menurut jenis formasinya.
Untuk Kementerian/Lembaga yang semula merencanakan seleksi di wilayah bencana tersebut, data-data pelamar untuk formasi tersebut sedang dianalisis, baik oleh Pansel Instansi maupun Panselnas.
(suaramerdeka.com)
Powered by Blogger.