Header Ads

Menjelang Badai Yutu, Filipina Siaga dan Evakuasi Warga

Menjelang Badai Yutu, Filipina Siaga dan Evakuasi Warga
Ilustrasi topan. (REUTERS/Jason Lee)
Jakarta - Pemerintah Filipina menyatakan kondisi siaga untuk menghadapi Badai Yutu. Mereka mengevakuasi pada penduduk di pesisir pada Senin (29/10).

Badai Yutu diperkirakan akan menghantam kepulauan di Filipina pada Selasa (30/10) pagi waktu setempat sebelum bergerak ke pulau Luzon. Kemungkinan badai ini akan mengakibatkan tanah longsor, banjir bandang, dan hujan lebat, sebagaimana dilansir Reuters.

Badai Yutu saat ini terlihat berada pada jarak sekitar 400 kilometer di wilayah timur dengan kecepatan angin melemah menjadi 150 kilometer per jam. Sebelumnya, kecepatan angin mencapai 185 kilometer per jam.

Pemerintah daerah di Isabela dan Provinsi Cagayan mulai mengevakuasi penduduk di berbagai wilayah pesisir ke pusat pengungsian. Mereka juga mewaspadai bahaya tanah longsor di wilayah pegunungan Cordillera.


Tiga provinsi di Luzon utara juga menaikkan tingkat bahaya potensi bencana. Sebanyak 28 provinsi lainnya memberikan peringatan awal 1 dan 2, dengan angin kencang dan hujan lebat yang diperkirakan terjadi pada Senin (29/10).

Kegiatan belajar di seluruh sekolah pada lima provinsi juga dihentikan. Pemerintah juga memberi peringatan supaya nelayan tidak melaut, karena gelombang laut diperkirakan mencapai tiga meter di enam provinsi.

Seluruh kegiatan lalu lintas kapal di kota Batangas yang berada di sekitar 83 kilometer selatan Manila dihentikan hari ini.

Topan Yutu, masyarakat Filipina menyebutnya Rosita, diperkirakan akan menjadi topan ke 18 yang melanda Filipina pada tahun ini.

Topan ini juga datang setelah enam pekan sebelumnya topan super Mangkhut menghantam Kepulauan Luzon, dan menyebabkan puluhan orang tewas serta mengakibatkan tanah longsor.

Filipina rata-rata dilanda 20 topan setiap tahunnya.


Pada pekan lalu, badai Yutu diprediksi sebagai topan super dengan kecepatan angin lebih dari 270 kilometer per jam melintasi Kepulauan Mariana di AS yang berpenduduk 52 ribu orang. Badai ini menghancurkan berbagai rumah dan memutuskan aliran listrik serta air.
(CNNIndonesia)
Powered by Blogger.