Header Ads

Korban Tewas Penembakan di Sinagoge Jadi 11 Orang, 6 Terluka

Korban Tewas Penembakan di Sinagoge Jadi 11 Orang, 6 Terluka
Ilustrasi penembakan. (Ethan Miller/Getty Images/AFP) 
Jakarta - Korban tewas dalam penembakan di Sinagoge di Pittsburgh, Amerika Serikat menjadi 11 orang berdasarkan data otoritas keamanan setempat kepada CNN.

Direktur Keamanan Publik Kota Pittsburgh, Negara Bagian Pennsylvania, Wendell Hissrich mengatakan enam orang yang terluka dalam insiden itu, empat di antaranya adalah petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian. Namun dari korban tewas maupun luka tidak terdapat anak-anak. 

Polisi telah mengidentifikasi tersangka penembak di sinagoge, yaitu Robert Bowers. Dia mengeluarkan pernyataan anti-Yahudi saat melepaskan tembakan.


Unggahan di media sosial yang menargetkan kelompok Yahudi dan diduga milik Bowers sedang menjadi fokus investigasi, demikian pernyataan polisi federal kepada CNN.

"Insiden ini biasanya terjadi di kota-kota lain. Namun hari ini mimpi buruk itu datang ke Pittsburgh," kata Hissrich.

Tersangka mengalami luka tembak dalam peristiwa itu, tetapi dalam kondisi tidak mengkhawatirkan. CNN sebelumnya melaporkan tersangka menyerahkan diri usai melepaskan tembakan.

Bob Jones, agen khusus FBI yang menangani kasus ini mengatakan pihaknya mengamankan sebuah senapan dan tiga pistol di lokasi kejadian.


Jaksa Agung Jeff Session mengatakan dalam pernyataan resminya bahwa Departemen kehakiman akan mendakwa tersangka dengan kejahatan kebencian dan pasal kriminal lainnya yang bisa mengarah pada tuntutan hukuman mati.

Penembakan di sinagoge di Pittsburgh terjadi pada Sabtu pagi saat sinagoge sedang membuka layanan kepada jemaatnya.

Sinagoge itu terletak di sebuah lingkungan Yahudi yang bersejarah di Squirrel Hill. Dalam laman resminya, sinagoge bernama Pohon Kehidupan itu menyatakan melayani jemaat Yahudi konservatif.


Bowers sendiri disebut sebagai seorang anti-Yahudi. Presiden Donald Trump mengecam penembakan itu dan menyebutnya sebagai aksi anti-Yahudi yang tak bisa ditoleransi.

Trump mengajak warga Amerika bersatu melawan aksi anti-Yahudi dan aksi kebencian terhadap agama dan ras yang lain.

"Ini merupakan aksi antisemit. Kita mungkin tidak terpikir hal ini akan terjadi di zaman ini. Tapi tampaknya kita tidak belajar dari masa lalu," kata Trump saat berpidato di Indianapolis.

(CNNIndonesia)
Powered by Blogger.