Header Ads

Cegah Dan Berantas Narkoba,P4GN Lakukan Sosialisasi Di Sekolah


KAJEN - Sebagai wujud tekad dan semangat Pemkab. Pekalongan dalam rangka memerangi narkoba di Kabupaten Pekalongan khususnya kalangan pelajar, Pemkab. Pekalongan melalui Tim Koordinasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Pekalongan terus melakukaan upaya  upaya terhadap pencegahan dan pemberantasan narkoba, diantaranya dengan malaksanakan sosialisasi di sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti yang juga Ketua Tim P4GN Kabupaten Pekalongan tersebut mengaku sangat prihatin dengan maraknya  penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya terjadi di daerah perkotaan tetapi juga sudah merambah didaerah pedesaan dimanapun di negeri ini. 
“Peredaran narkoba dan obat terlarang sudah pada level yang sangat membahayakan  sehingga perlu penanganan yang serius,” tegas Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti saat melakukan sosialisasi P4GN di SMK Yapenda Wiradesa dan SMP Wiradesa baru baru ini. 


Oleh karena itu, lanjut Wabup, (P4GN) Kabupaten Pekalongan terus melakukan upaya  upaya terhadap pencegahan dan pemberantasan narkoba, diantaranya dengan malaksanakan sosialisasi  baik melalui spanduk, baliho, stiker, maupun pamflet dilokasi yang strategis yang berisi ajakan hidup sehat dan perang terhadap narkobaa. “Langkah tersebut diharapkan efektif untuk mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat khususnya pelajar/generasi muda, karena berapapun besarnya  potensi sumber daya alam yang kita miliki tidak akan bermanfaat jika generasi mudanya belum terbebas dari narkoba,” jelas Arini.
Menurut Arini, segmen pasaran juga tidak pandang bulu lagi, seluruh usia dan profesi menjadi sasaran pasar peredaran gelap narkoba. Peredaran narkoba adalah sebuah alat perang modern yang bertujuan menghancurkan ketahanan dan masa depan bangsa. Kasus penyalahgunaan narkobaa menjadi ancaman yang sangat berbahaya dari ancaman terorisme.
Di Kabupaten pekalongan, trend  kasus narkoba dari tahun 2015 sebanyak 27 kasus meninggal, ditahun 2017 menjadi 30 kasus dan ditahun 2018 sampai dengan bulan September sudah 23 kasus. 
“Kita semua berdoa dan berharap agar tidak bertambah dan meningkat. Dari kasus kasus yang terjadi selama kurun waktu 3 tahun terakhir, memang wilayah Wiradesa tidak separah diwilayah lain seperti  Kedungwuni, namun dengan melihat kondisi geografis Wiradesa yang dilalui jalur (nasional) pantura menjadi daerah yang cukup rentan mendapatkan serangan dari pengedar maupun penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Ditambahkannya, ancaman narkoba dikalangan pelajar merupaakan hal yag serius dan harus  ditanggulangi. Hal ini disadari bahwa pelajar adalah para penerus bangsa, maka apabila seorang pelajar sampai terkena kasus naarkoba tentu dampaknya sangat negatif baik bagi dirinya sendiri maupun bagi masa depan bangsa dan negara.  Terlebih lagi perhitungan bonus demografi Bangsa  Indonesia yang akan terjadi pada tahun 2030. Bonus demografi ini adalah suatu  keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif (15-60 tahun)  jauh lebih banyak dari usia non produktif. “Kondisi ini bisa menjadi peluang yang sangat baik jika diimbangi dengan hal hal yang positif, namun sebaliknya akan menjadi ancaman besar jika yang muncul adalah generasi yang terpapar bahaya narkoba,” tambahnya.
Lebih lanjut, kata Arini, menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), ciri ciri pengguna narkoba diantaranya adalah motifasi sekolah menurun, suka berbohong, tidak konsisten dalam berbicara, berbicara kasar terhadap orang tua dan keluarga, berani berbuat kekerasan dan kriminal, adanya benda aneh didalam kamar seperti kertas aluminium,alat penghisap, dan jarum suntik, kalau siang tidur malam begadang, serta mudah tersinggung. 
“Jika ditemukaan ciri ciri tersebut, maka mereka kemungkinan terindikasi pengguna narkoba. Bagi anak-anak para pelajar jangan sekali kali bersentuhan dengan narkoba sebab sekali mencoba maka penyesalan untuk masa depan. Manfaatkan masa muda dengan hal hal positif. Bimbingan anak anak untuk membentuk karakter mental yang kuat dan positif. Koordinasi dengan pihak pihak terkait jika ada anak didik yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Lakukan langkah-langkah persuatif untuk mencegah hal hal yang lebih fatal," imbuhnya. 
Powered by Blogger.