Header Ads

Bupati Minta Metode Dakwah Dikembangkan Sesuaikan Jaman

KAJEN  - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si membuka secara resmi kegiatan Seminar Nasional dan Kongres Asosiasi Mahasiswa Dakwah Se Indonesia (AMDIN) di Aula Wisata Linggo Asri Kecamatan Kajen, Selasa (9/10/2018) pagi.

AMDIN yang dideklarasikan pada tanggal 27 November 2012 di STAIN Purwokerto (IAIN Purwokerto sekarang) dan merupakan wadah interaksi dan aspirasi mahasiswa Fakultas /Jurusan Dakwah se-Indonesia menggelar seminar nasional dan kongres ke IV selama tiga hari yakni mulai 8 hingga 10 Oktober 2018. Diikuti oleh perwakilan mahasiswa Fakultas /Jurusan Dakwah dari Sabang sampai Merauke. Hadir pula mendampingi Bupati yakni Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan Ir. M. Bambang Irianto, M.Si.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa metode dakwah sebagai bagian dari salah satu strategi berdakwah harus senantiasa dikembangkan secara terus-menerus dan disesuaikan dengan kondisi jaman.

“Di era saat ini metode dakwah harus berubah. Kita tidak bisa menggunaka dakwah konvensional saja. Model pengajian baik itu sorogan, bandongan, pengajian umum, kuliah subuh, kuliah badal magrib silakan dikembangkan, karena ini adalah bagian dari almuhafadhotu ‘ala qodimis sholih. Tetapi jangan lupa arifan fi jamani ada apa perkembangan jaman hari ini. Ini dalam konteks wal ahdu fi jadilil aslah,” katanya.

Menurut Bupati, saat ini banyak konten-konten di media sosial yang tidak sesuai dengan spirit keagamaan, sehingga ini menjadi tantangan para mahasiswa dakwah untuk dapat menandingi konten tersebut dengan hal-hal yang mencerahkan dan sesuai dengan konten agama.

“Masyarakat sekarang memerlukan peran dari media yang baik sehingga mereka mendapat sesuatu yang mencerahkan, saatnya berjihad bagi mahasiswa dakwah dengan pendekatan kontemporer sehingga akan terus eksis dan survive,” terang Bupati.

Dijelaskan bupati, bahwa semangat pendakwah adalah hidup untuk bermanfaat bagi orang lain diantaranya dengan memberikan pengetahuan yang positif kepada masyarakat. “Derajat tertinggi manusia adalah dapat memberikan manfaat kepada orang lain hal itu sesuai dengan hadis yang berbunyi sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi orang lain,” tandasnya.
Powered by Blogger.