Header Ads

Tersangka Malpraktek Khitan Hingga Ujungnya Terpotong,Terancam 5 Tahun Penjara

KAJEN - Expose kasus khitan yang terpotong ujung kemaluannya dilakukan Polres Pekalongan di Halaman Mapolres Pekalongan,Senin (10/9).

Kapolres Pekalongan,AKBP Wawan Kurniawan mengatakan, bahwa kejadian terpotongnya ujung kemaluan M (9) pelajar SD di kecamatan karangdadap saat khitan merupakan malpraktek.

"Ini terkait malpraktek,kejadian di karangdadap pada hari kamis 30 agustus 2018,ketika tersangka B (60) dipanggil oleh T (61) untuk mengkhitan anaknya M (9),saat praktek khitan tersebut terpotonglah kepala kemaluan korban sepanjang 2 cm,keluarga sudah berupaya di bawa ke RSI ternyata tidak bisa disambung lagi,"ungkap Kapolres.

Dikatakan,setelah mendengar statmen dari pihak dokter bahwa ujung kemaluan korban tidak bisa disambung lagi,Keluarga Korban merasa tidak terima,sehingga melaporkan B yang merupakan pensiunan PNS dari Puskesmas Doro tersebut ke Polres Pekalongan.

"Tersangka ini tidak buka praktek,tapi menerima panggilan dan jika ada yang datang juga diterima,Tersangka tidak punya STR (Surat Tanda Registrasi) kedokteran dan tidak punya
surat ijin praktek perawat,sehingga jelas ini ilegal,"tuturnya.

Dilanjutkan,Kapolres meminta agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi tersangka,agar tidak melakukan praktek lagi agar tidak ada anak yang menjadi korban berikutnya.

"Tersangka ini pensiun pada tahun 2003,bukan mantri kesehatan,jaman dulu ada sekolah perawat setingkat SMP,"ucap Kapolres.

Kapolres menghimbau bagi orang tua yang akan mengkhitankan anaknya agar lebih selektif memilih tenaga kesehatan maupun tempat kesehatan.

"Lebih baik dibawa kerumah sakit yang sudah jelas resmi dan ada ijinnya,atau klinik lain yang sudah terdaftar,"pungkasnya.

Sementara itu tersangka ketika diwawancarai wartawan mengatakan bahwa dirinya tidak menyadari kejadian tersebut dan merupakan kecelakaan.

"Saya sadar,ya tapi tidak tau semuannya ya,kecelakaan,"tuturnya.

Kini tersangka dijerat pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan luka berat,dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara.
(Ros-Nk)
,
Powered by Blogger.