Header Ads

Sambut Kedatangan Bulan Suro,Goru Suro Digelar Tiap Tahun

KAJEN - Paguyuban Penghayat Kapribaden Kabupaten Pekalongan peringati Goru Suro tahun 2018 yang bertepatan dengan tahun 1952. Acara tersebut digelar di desa Sinangohprendeng, Kecamtan Kajen, Kabupaten  Pekalongan pada Selasa malam kemarin (18/09).

Peringatan Goru Suro digelar setiap tahunnya untuk menyambut datangnya bulan Suro.Kegiatan ini diadakan untuk menjaga kelestarian dan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa, dan sebagai salah bentuk  pembangunan rohani masyarakat Kabupaten Pekalongan sesuai dengan agama dan kepercayaan yang diyakini. Hal tersebut sesuai dengan visi Pemerintahan Kabupaten Pekalongan yaitu
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan Yang Sejahtera, Religius Dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal”.

Dalam kegiatan malam itu, Bupati juga berpesan agar masyarakat tetap menjaga identitas orang jawa yang andhap asor, saling menghargai, dan menjaga nilai-nilai luhur budaya Jawa yang lain. Mengingat kebudayaan Jawa adalah suatu budaya dan tradisi yang sudah tidak diragukan lagi keberadaanya, bahkan sudah diakui di dunia Internasional.


Budaya jawa memang sudah diakui peradaban dan teknologinya oleh bangsa lain. Sehingga banyak istilah atau kata-kata Jawa yang digunakan di negara lain, misalnya Java (bahasa inggris dari Jawa).Seperti yang diungkapkan oleh Bupati dalam sambutannya, “di Belanda jalan yang paling bagus itu namanya adalah The Street Java atau jalan Jawa. Ada lagi, konser musik dunia ingkang paling top niku inggih puniko musik Jazz, iku menggunakan istilah Java Jazz. Itu menunjukan bahwa kita orang Jawa ini mendapat apresiasi yang luar biasa saking pundi-pundi negari. Karena itu monggo kito mertaaken identitas kita sebagai orang jawa ingkang tetep nopo andhap asor kemudian menghargai yang tua, menghargai yang muda, gotong royong, dan nilai-nilai luhur kintunipun termasuk malam ini kita mempertahankan nilai-nilai luhur budaya masyarakat jawa yang harus dipertahankan,"ujar Bupati

Hal yang lebih menarik adalah Paguyuban Penghayat Kapribaden sebelumnya belum pernah diundang dalam acara doa bersama dan renungan Hari Proklamasi maupun Hari Jadi Kabupaten Pekalongan. Namun tahun ini, untuk pertama kalinya mereka diundang untuk turut hadir dan berdoa untuk pembangunan Indonesia dan khususnya Kabupaten Pekalongan. Hal ini berarti pemerintah memperhatikan, melayani, dan mengayomi seluruh masayrakat dari berbagai latar belakang. 

“Biasanipun maaf, ngapunten sanget niki, konco-konco sederek-sederek saking kapribaden mboten nate diajak doa bersama wonten pendopo kabupaten, menjelang hari jadi. Tapi setelah kawulo dilantik dados bupati, kawulo nyuwun diskusi kalihan tokoh-tokoh, sakniki nggih sedoyo bapak-bapak diberi kesempatan yang sama untuk melaksanakan doa bersama, renungan dalam rangka peringatan Hari Proklamasi maupun Hari Jadi kabupaten”, tutur Bupati.
Powered by Blogger.