Header Ads

Perusahaan Grup Columbia Diduga Bobol Bank Rp14 Triliun

Perusahaan Grup Columbia Diduga Bobol Bank Rp14 Triliun
Wadir Tipideksus Bareskrim Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga, di kantor Bareskrim, Jakarta, Senin (24/9). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta - Perusahaan pembiayaan milik Grup Columbia, PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance, diduga membobol 14 bank dalam pendanaan kredit hingga menimbulkan kerugian sekitar Rp14 triliun.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Wadirtipideksus Bareskrim) Polri Komisaris Besar Daniel Tahi Monang Silitong mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Bank Panin pada awal Agustus 2018 lalu. 

Menurutnya, PT SNP Finance mengajukan pinjaman fasilitas kredit modal kerja dan rekening koran kepada Bank Panin periode Mei 2016 sampai 2017 dengan plafon kepada debitur sebesar Rp425 miliar.


Namun, status kredit tersebut macet sebesar Rp141 miliar pada Mei 2018.

Berdasarkan hasil penyelidikan, lanjutnya, PT SNP Finance telah melakukan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen, penggelapan, penipuan, dan pencucian uang. 

"Modusnya dengan menambahkan, menggandakan, dan menggunakan daftar piutang (fiktif), berupa data list yang ada di PT CMP," kata Daniel dalam konferensi pers di kantor sementara Dittipideksus Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (24/9).


Dia pun mengungkapkan hal serupa juga terjadi pada fasilitas kredit yang diajukan oleh PT SNP Finance kepada kreditur dari 13 bank yang terdiri dari bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. 

"Total kerugian berkaitan dengan fasilitas kredit sekitar Rp14 triliun," ujarnya.

Dia berkata, penyidik sudah menangkap dan menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini yakni Direktur Utama PT SNP Finance berinisial DS, Direktur Operasional berinisial AP, Direktur Keuangan berinisial RA, Manager Akutansi berinsial CDS dan Asisten Manager Keuangan berinsial AS. 


Menurutnya, penyidik masih masih mengejar tiga orang lagi yang sudah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni berinisial LC, LD, dan SL yang berperan sebagai pemegang saham dan merencanakan piutang fiktif.

Daniel menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK). Selain itu, penyidik juga akan melakukan penyitaan aset milik PT SNP Finance.

CNNIndonesia.com mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada Direktur Operasional Columbia Darwin Leo dan juga kantor PT SNP. Namun, nomor keduanya tidak aktif.


(CNNIndonesia)
Powered by Blogger.