Header Ads

Perhutani Buat Langkah Atasi Ancaman Kebakaran Hutan

KAJEN - Kebakaran hutan beberapa kali terjadi di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2018 ini,untuk itu Perhutani membuat beberapa langkah untuk menangani ancaman kebakaran hutan di musim.Hal tersebut diungkapkan oleh Administratur Perum Perhutani Pekalongan Timur,Toni Kuspuja H,S.Hut.,Selasa (18/9).

"Langkah yang pertama adalah sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Pekalongan maupun dengan BPBD Batang,"ungkapnya.

Kedua,koordinasi dan sinergi dengan stakeholder terutama di wilayah kecamatan dan desa,seperti Muspika kecamatan,Koramil,Polsek serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

"Kami sudah perintahkan kepada segenap jajaran untuk selalu koordinasi dengan muspika,baik kecamatan,koramil dan polsek,penanganan-penanganan cepatnya disitu.....kalau pak KRPH atau mantri dengan teman-teman kepala desa dan LMDH,jadi tidak mungkin kami bisa menangani tanpa bantuan mereka,nggak mungkin,"ucap Toni.

Ketiga,Perhutani membuat tim yang diberi nama PRC atau Perhutani Reaksi Cepat yang beranggotakan 40 orang,yang mana tim tersebut bisa dimobilisir ke lokasi-lokasi yang terjadi atau terindikasi terjadi kebakaran.

"Tim tersebut terdiri dari Polhut (Polisi Hutan) dan  teman-teman dari perhutani yang ada di daerah,"tuturnya.

Keempat,Perhutani membentuk MPA atau Masyarakat Peduli Api dibeberapa lokasi seperti di Petungkriyono dan Lebakbarang.

"Itu yang kami lakukan (untuk mengatasi ancaman kebakaran hutan),sedangkan untuk lokasi yang paling rawan (terjadi kebakaran hutan) ada di wilayah randudongkal di PRH majalangu dan watukumpul,kedua di wilayah kesesi masuk di PRH brondong."

Disebutkan,penyebab terjadinya kebakaran hutan selama ini adalah karena kelalaian manusia yaitu puntung rokok yang dibuang sembarangan saat masih menyala sedangkan banyak rumput kering dan daun kering sehingga menyebabkan kebakaran.

"Kemudian yang kedua lahan hutan yang bersebelahan dengan lahan pertanian karena mereka (petani) membersihkan lahan pertanian dengan dibakar sehingga merembet ke kawasan hutan."lanjutnya.

Adapun selama musim kemarau tahun 2018 telah terjadi kebakaran sebanyak 7 kali kebakaran di kabupaten pekalongan seperti di tambakroto,karanganyar,majalangu,bongah,brondong dll,dengan luasan total 20 hektar. (Ros-Nk)


Powered by Blogger.