Header Ads

Penjual Tempe Keluhkan Naiknya Harga Kedelai

KAJEN - Penjual tahu dan tempe di Kabupaten Pekalongan mengeluhkan naiknya harga kedelai.Hal tersebut dikarenakan melemahnya nilai tukar rupiah teradap dolar Amerika Serikat (AS).
Harga bahan baku tahu dan tempe tersebut naik Rp.1.000 per kilogram,terutama untuk kedelai impor.Akibatnya pendapatan produsen tempe dan tahu di kabupaten pekalongan mengalami penurunan hingga 15 persen.

Salah seorang penjual kedelai di Pasar Induk kajen,Abdurrahman mengatakan bahwa banyak konsumennya yang mengeluhkan kenaikan harga kedelai tersebut.

"Harga sebelumnya Rp 6.500,- per kilogramnya kini naik jadi Rp 7.500 per kilogram,naiknya Rp 1.000 per kilogram,cukup tinggi,"ungkapnya.

Dikatakan,pembelinya yang rata-rata merupakan produsen tempe akhirnya mengurangi jumlah pembelian kedelai,Alhasil tempe yang dibuatpun ukurannya lebih kecil.

"Tempe yang dibuat katanya ya kecil-kecil jadinya," tutur abdurrahman.

Menurutnya,harga kedelai sangat berpengaruh dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,lantaran kedelai yang di pasaran kebanyakan adalah kedelai impor,termasuk yang ia jual sebagian besar dari Amerika,Argentina dan Brazil.

"Kedelai lokal sangat minim peminat, karena selain teksturnya yang kecil, juga tidak pas untuk adonan tempe," jelasnya. 

Disebutkan pendapatannya kini berkurang 10 hingga 15 persen,lantaran sehari hanya bisa menjual 500 kilogram kedelai padahal sebelumnya ia mampu menjual hingga 1 ton kedelai impor.
(Ros-Nk)
Powered by Blogger.