Header Ads

Peletakan Batu Pertama Pembanguan Universitas Muhammadiyah Pekalongan

KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah – DR. Haedar Nashir, M.Si., meresmikan dimulainya pembangunan Gedung STIKES/ Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Peresmian pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama diatas tanah yang berlokasi di sebelah utara Masjid At-Taqwa Pekajangan Kecamatan Kedungwuni,Sabtu (22/9).

Kegiatan peletakan batu pertama gedung STIKES/Rektorat UMPP, dihadiri oleh sesepuh tokoh Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan H. Farid Akhwan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan H. Mulyono beserta para jajaran hingga pengurus ranting se Kabupaten Pekalongan. Tampak pula, anggota DPR RI Dapil X Drs. H. Bisri Romly, MM, dan para tamu undangan lainnya.

Menurut ketua panitia yang sekaligus juga Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan – dr. Ahmad Dahlan, pembangunan Gedung STIKES nantinya akan digunakan juga sebagai Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) yang saat ini masih dalam proses penyatuan antara STIKES Muhammadiyah Pekajangan, STIE Muhammadiyah Pekalongan dan Politeknik Muhammadiyah Pekalongan.

Dipaparkan dr. Dahlan bahwa konsep arsitektur dalam gedung yang akan dibangun mengusung tema “Buku” yang merupakan jendela dunia yang mempunyai makna filosofis. “Semoga dengan akan hadirnya Gedung STIKES/Rektorat UMPP ini dapat menjadi sumber pencerahan, keteladanan, spirit ukhuwah dan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar yang selanjutnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Pekalongan dan sekitarnya,” harapnya.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutan mengungkapnya rasa syukur kepada Allah SWT karena cita-cita bersama warga Muhammadiyah akhirnya akan terwujud. Karena pada hari ini dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung STIKES/Rektorat UMPP.

“Bagi kami visi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera berbasis potensi lokal serta menjunjung tinggi nilai-nilai relegiusitas ini tidak bisa berdiri sendiri. Tetapi visi dan misi kami harus didukung oleh seluruh stakeholsers Pemerintah, seluruh organisasi kemasyarakatan, seluruh organisasi politik, dan tentunya seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan. Salah satunya adalah bagaimana kita mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Pekalongan secara kuantitatif dan kualitatif agar lebih baik,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Kabupaten Pekalongan pada tahun ini masih sekitar 20 persen. Dengan akan berdirinya UMPP ini. Kemudian sebelumnya telah dimulainya kuliah Program PSDKU Undip di Kajen, IAIN Pekalongan di Kajen dan sebentar lagi akan mencul Sekolah Tinggi dan Sains Nahdlatul Ulama. Disusul pula program dari UGM, IPB dan lain-lain. Serta peningkatan dari Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kajen menjadi Politkenik Negeri Kajen, Bupati meyakini bahwa ikhtiar ini semakin mendongkrak APK Perguruan Tinggi di Kabupaten Pekalongan.

“Menurut pandangan saya negara atau daerah yang sejahtera itulah yang tidak bisa menghilangkan faktor yang namanya manusia-manusia terdidik secara seimbang antara kekuatan ilmu pengetahuannya dengan kekuatan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Dan dua kekuatan inilah yang saya yakini akan menghantarkan anak-anak kita para generasi muda di Kabupaten Pekalongan kelak akan memimpin, akan memajukan dan memakmurkan seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan,” terang Bupati.

Masih menurut Bupati, saat ini Pemerintah masih membutuhkan support, membutuhkan asupan dari seluruh organisasi massa untuk bersama-ama membangun Kabupaten Pekalongan dengan baik. Dan salah satu cara yang cepat adalah dengan berdirinya perguruan tinggi.

“Ada dua keuntungan baik kuantitatif maupun kualitatif terhadap berdirinya perguruan tinggi. Pertama, menjadi pusat pertumbuhan atau akan menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi baru. Kultur pertumbuhan ekonomi baru akan tercipta. Kemudian yang kedua, akan menyumbang signifikansi terhadap para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya,” imbuhnya.
Powered by Blogger.