Header Ads

Pelantikan BADKO TPQ Nanggap Qasima

KAJEN – Pelantikan pengurus Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Quran (Badko TPQ) Kecamatan se Kabupaten Pekalongan periode 2018-2022 dilakukan oleh Ketua Badko TPQ Kabupaten Pekalongan yang sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH., di alun-alun Kajen, Senin (10/9/2018) malam.

Pelantikan dimeriahkan oleh penampilan grup musik qosidah “Qasima” dari Magelang Jawa Tengah. Grup Qasima yang merupakan singkatan dari Qasidah Irama Melayu, semua personilnya adalah muslimah berparas cantik dengan usia rata-rata 20 tahunan dan jago bermusik. Semua personil mengenakan hijab.

Mereka tidak hanya membawakan lagu-lagu qasidah, tetapi juga dangdut, reggae, pop bahkan koplo yang menghibur seluruh undangan, pengunjung maupun masyarakat Kajen dan sekitarnya yang berada di alun-alun Kajen. Tidak kecuali Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang hadir bersama istri Dra. Hj. Munafah.  Tampak pula Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan H. Imronuddin, M.Ag, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP dan jajaran pengurus Badko TPQ Kabupaten Pekalongan.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus Badko TPQ Kecamatan se Kabupaten Pekalongan yang telah meluangkan waktunya untuk mengurusi TPQ di wilayah masing-masing untuk menjadi lebih baik.

Pemerintah, kata Bupati, tidak lepas tangan begitu saja terhadap TPQ yang ada di wilayahnya. Tetapi ada komitmen kebijakan yang sudah berjalan sejak lama yaitu sejak tahun 2004 ketika dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan.

“Sampai tahun 2018 ini, jumlah total anggaran dari Kabupaten Pekalongan untuk pemberdayaan TPQ sekitar Rp 6,3 milyar untuk 1.280 lembaga TPQ yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati.

Anggaran sebesar itu, kata Bupati, menunjukkan bahwa geliat aktivitas TPQ di Kabupaten Pekalongan cukup membanggakan. Karena secara kuantitas, sudah bagus yakni dengan jumlah 285 desa/kelurahan di Kabupaten Pekalongan, maka TPQ 4 sampai 5 setiap desa/kelurahan se Kabupaten Pekalongan. Hal ini menunjukkan bahwa secara kuantitatif jumlah TPQ di Kabupaten Pekalongan ini sudah representatif. 

“Persoalannya sekarang adalah bagaimana mengupayakan agar TPQ-TPQ tersebut bisa kualitatif, mutunya harus kita jaga bersama-sama dengan berprinsip yaitu mempertahankan sistem lama yang baik dan senantiasa mencari metode baru yang lebih baik,” kata Bupati.

Metode TPQ itu dinamis dan berkembang, tetapi isinya adalah sama yaitu bagaimana anak-anak mengenal huruf hijaiyah dengan benar. Dan yang lebih penting anak-anak bisa mengenal pendidikan dasar tentang penguasaan pembacaan Al-Quran. 

“Ini menjadi tanggungjawab Pemerintah juga karena visi kita adalah membangun masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera lahir bathin berbasis kearifan lokal, TPQ adalah bagian dari bagaimana kita menerjemahkan kearifan lokal. Sekaligus memperkuat masyarakat dalam konteks masyarakat yang beragama, masyarakat yang kuat secara religiusitas. Ini visi misi kita ke depan yang harus diperkuat dan melalui program-program pemberdayaan TPQ yang selama ini diampu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Badko TPQ Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH., mengungkapkan harapannya semoga pelantikan pengurus Badko TPQ Kecamatan yang dibarengkan dengan malam tahun baru 1440 H akan membawa keberkahan bagi kita semua dan selamat dunia akhirat.

Dikatakan Hj. Hindun, sebagai peran nyata Badko TPQ, disamping menggelar festival rebana pada hari sebelumnya, pihaknya akan mengadakan Santri TPQ Ngaji Bareng Bupati pada besok pagi bertepatan 1 Muharram 1440 H di alun-alun Kajen. Dan diharapkan seluruh pengurus Badko TPQ beserta dewan guru bisa mengerahkan santri-santrinya. 

“Dengan mengaji bersama ini diharapkan sebagai langkah untuk menuju masa depan anak-anak yang lebih baik,” tandas Hindun.
Powered by Blogger.