Header Ads

Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Ke 396

KAJEN - Sebelum kirab budaya, dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Ke-396 Kabupaten Pekalongan Tahun 2018 di Gedung Dewan, Jumat (25/8/2018) pagi. Dalam rapat paripurna ini, seluruh peserta mengenakan pakaian tradisional Kabupaten Pekalongan.

Hadir antara lain Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta suami dan seluruh wakil ketua dan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Ridha, SS.,S.IP, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan Drs. H. Suwoto, SH, MH., perwakilan Pengadilan Negeri Pekalongan dan perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan.

Tampak pula Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten dan Staf Ahli Bupati serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan pada sambutannya menyampaikan pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke-396 tahun 2018 ini, merupakan awal tahun ketiga kami, melaksanakan amanah menjadi Bupati dan Wakil Bupati periode 2016–2021. Sudah sepatutnya kita semua bersyukur, karena  masih diberi kesempatan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke-396, mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan hidayah, taufiq dan kesehatan lahir dan batin agar kita semua dapat melangkah bersama-sama melaksanakan pembangunan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-396 kali ini, mengambil tema ”Inisiatif progresif untuk kesejahteraan”. “Tema ini, saya ajukan sebagai bentuk gagasan besar paradigma Manhajul Fikr yang dilandasi semangat, cita-cita dan harapan melaksanakan mandat rakyat secara terapan melalui berbagai inisiatif progresif untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Terdapat amanah dan tanggungjawab yang besar sebagai khodimul ummah, untuk itulah saya mengingatkan kembali bahwa sejarah perjuangan pada pendahulu kita menjadi warisan yang tak ternilai untuk dikenang, sekaligus menjadi pendorong yang akan memotivasi kita semua dalam bekerja sama dan sama-sama bekerja,” ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengungkapkan bahwa kita patut bersyukur atas capaian-capaian prestasi 2 tahun yang lalu seperti  infrastruktur jalan, penanggulangan rob, maraknya destinasi wisata baru, masih banyak tantangan yang harus kita hadapi untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi.

Untuk mencapai output yang lebih baik di hari esok dengan modal kebersamaan dan kerja keraslah kita akan dapat meraih cita-cita mewujudkan masyarakat adil dan makmur dalam bingkai ”baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur”, negara yang adil dan makmur serta ada dalam ridho dan ampunan Allah SWT.

“Perlu kita ketahui pembangunan di Kabupaten Pekalongan dari masa ke masa terus mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam berbagai aspek. Dalam memasuki tahun ke 3 (tiga)  masa kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berbenah diri untuk mewujudkan secara bertahap 12 Mandat Rakyat bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.

Dalam kesempatan paripurna istimewa, dalam rangka mewujudkan secara bertahap 12 Mandat Rakyat, Bupati menuturkan, antara lain dalam bidang pendidikan telah dilakukan inisiatif pemberian insentif untuk seluruh guru taman kanak-kanak dan wiyata bhakti  dengan jumlah anggaran 8,8 Milyar kepada 3.635 orang.

Kebijakan “zero dropout” yang digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan diharapkan tidak ada lagi anak yang tidak sekolah sehingga Wajib Belajar Dikdas dapat terpenuhi. Pada tahun 2017 angka Harapan Lama Sekolah (HLS) sebanyak  12,40 % mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2016  yaitu 12,15 %.

Untuk memajukan pendidikan tinggi, pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan inisiatif menjadi poros baru pendidikan tinggi dengan kerjasama perguruan tinggi dan swasta untuk membangun 8 kampus di wilayah Kabupaten Pekalongan, meliputi : IAIN di Bojong (telah selesai dibangun), PSDKU UNDIP di Kajen (telah melakukan penerimaan seleksi mahasiswa D3 Akutansi dan D3 Perencanaan Wilayah Kota, sementara menempati gedung eks SKB), Lap Station IPB di Kajen, Politeknik Negeri (Peningkatan status AKN) di Kajen, Politeknik NU, Unikal, dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

 Dalam bidang ekonomi yang dicapai pada tahun 2017 sebesar 5,28 % lebih tinggi dibanding tahun 2016 sebesar 5,16 %. Pertumbuhan ekonomi tertinggi yang dicapai adalah dari sektor pertambangan dan penggalian yaitu 21,09 %, Konstruksi 11, 40 %, Informasi dan komunikasi 9,98 %, Jasa Kesehatan dan Kegiatan sosial sebesar 8,11 %. 

Dalam upaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar hutan dan menumbuh kembangkan investasi perkebunan yang potensinya masih sangat terbuka luas, Pemerintah Kabupaten telah berupaya memfasilitasi terbentuknya PT. BUMR dengan pola kerjasama “Triple Helix” antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, UGM dan PTP. Pagilaran. Rencana penanaman perdana akan dilaksanakan pada tanggal 4 September 2018 di kawasan perkebunan teh Paninggaran.

“Pada kesempatan istimewa ini, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan pribadi mengucapkan terimakasih kepada para pimpinan Pemerintah Kabupaten Pekalongan terdahulu, seluruh anggota legislatif, jajaran Aparatur Sipil Negara / Para birokrat, seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, swasta serta seluruh instansi vertikal yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan, yang telah bekerja keras untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan, sehingga Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi dan penghargaan,” terang Bupati.
Powered by Blogger.