Header Ads

NASA Luncurkan Kendaraan Luar Angkasa untuk 'Menyentuh' Matahari

NASA Luncurkan Kendaraan Luar Angkasa untuk Menyentuh Matahari
Parker Solar Probe diluncurkan dengan roket Delta IV-Heavy
(NASA/Bill Ingalls/Handout via REUTERS
Florida - Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA telah meluncurkan kendaraan luar angkasa yang akan mengamati Matahari dari jarak terdekat yang pernah ada. Kendaraan luar angkasa NASA ini akan menjalani misi pertama NASA dalam 'menyentuh Matahari'.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (13/8/2018), kendaraan luar angkasa bernama Parker Solar Probeini dirancang untuk mampu bertahan dalam menghadap suhu super panas Matahari dari jarak dekat. Dia akan melakukan pengamatan jarak dekat terhadap korona surya demi mempelajari atmosfer terluar Matahari yang memicu angin surya.

Parker Solar Probe yang berukuran sebesar mobil kecil ini, telah diluncurkan dengan roket besar bernama Delta IV-Heavy dari Cape Canaveral di Florida, AS pada Minggu (12/8) sekitar 03.30 waktu setempat. Misi yang dijalani Parker Solar Probe akan berlangsung selama tujuh tahun ke depan. Kendaraan luar angkasa ini terbang dengan kecepatan mencapai 692 ribu kilometer per jam.

"Misi ini sungguh menandai kunjungan kemanusiaan pertama ke sebuah bintang," sebut Associate Administrator Direktorat Misi Ilmiah pada NASA, Thomas Zurbuchen. "Kami telah mencapai sesuatu yang beberapa dekade lalu, dianggap sebagai fiksi ilmiah," imbuhnya.

Parker Solar Probe dilengkapi instrumen yang dirancang untuk mengambil citra angin surya dan mempelajari bidang listrik juga magnetis, plasma korona dan partikel energetik. Tujuan NASA adalah mengumpulkan data soal cara kerja bagian dalam korona yang berdaya magnet sangat kuat. 
Kendaraan luar angkasa NASA ini akan terbang hingga mendekati korona Matahari dalam jarak 3,8 juta mil atau 6,1 juta kilometer dari permukaan Matahari. Jarak itu tercatat tujuh kali lipat lebih dekat dibandingkan pesawat-pesawat luar angkasa lainnya yang melakukan misi serupa. 

Korona Matahari memicu yang namanya angin surya (solar wind), yang merupakan aliran partikel bermuatan atau plasma yang menyebar ke segala arah dari atmosfer terluar Matahari. Angin surya yang tidak bisa diprediksi itu mampu memicu gangguan pada bidang magnetis planet kita dan bisa mengacaukan teknologi komunikasi di Bumi.

Proyek NASA dengan biaya hingga US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 21,3 triliun) ini, merupakan misi besar pertama di bawah program NASA bernama 'Living With a Star'. Nama Parker Solar Probe berasal dari nama seorang astrofisikawan surya Amerika, Eugene Newman Parker. 

Dalam misi ini, Parker Solar Probe harus bisa bertahan menghadapi suhu dan radiasi panas luas biasa. Pesawat luar angkasa telah dipasangi pelindung panas yang dirancang untuk menjaga instrumen-instrumen yang ada di dalamnya tetap ada dalam suhu 29 derajat Celsius, meskipun bagian luar pesawat berhadapan dengan suhu hingga 1.370 derajat Celsius.

NASA berharap temuan-temuan yang didapat dari pengiriman pesawat luar angkasa ke dekat Matahari ini akan memampukan para ilmuwan untuk memprediksi perubahan pada lingkungan luar angkasa sekitar Bumi. 
(Detik.com)
Powered by Blogger.