Header Ads

MUI Tegaskan Perbedaan Idul Adha dengan Arab Saudi Hal Biasa

MUI Tegaskan Perbedaan Idul Adha dengan Arab Saudi Hal Biasa
Jemaaah haji menggelar wukuf di Pada Arafah, Arab Saudi. (AFP PHOTO / Akim REZGUI)
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan perbedaan hari besar agama Islam, termasuk Idul Adha 1439 Hijriah sebagai hal biasa.

Hari Raya Idul Adha di Arab Saudi jatuh pada hari ini, Selasa (21/8), menyusul selesainya prosesi ibadah haji atau pelaksanaan wukuf di Arafah pada Senin kemarin atau tanggal 9 Dzulhijjah. 

Sejumlah wilayah di Indonesia pun ikut merayakan Idul Adha hari ini meski pemerintah telah menetapkan Idul Adha 1439 Hijriah jatuh esok hari.


Dilansir dari laman resmi MUI, Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Abdullah Jaidi menjelaskan perbedaan hari raya Islam adalah hal biasa sehingga tidak perlu terlalu dipermasalahkan. 

Menurut dia perbedaan hari raya ini terjadi karena perbedaan matla' atau wilayah hukum yang menyebabkan perbedaan posisi hilal.

Dijelaskan Jaidi bahwa tinggi hilal di Arab Saudi pada akhir Dzulqa'dah 1439 H melebihi 2 derajat sehingga hilal sudah bisa diamati. Sementara di Indonesia, hilal masih berada di bawah ufuk dan tidak terlihat.


"Manakala tidak ada satu orang pun yang melihat hilal, berdasarkan Fatwa MUI, maka bulan Dzulqa'dah digenapkan 30 hari sehingga 1 dzulhijjah berada pada Senin, 13 Agustus 2018," kata Jaidi, Senin, (20/8) di Jakarta.

"Jadi ada perbedaan matla'. Ini masalah klasik dalam penentuan tanggal 1 Dzulhijah," imbuh dia.

Mengenai wukuf Arafah yang digelar kemarin, Jaidi menjelaskan bahwa wukuf terkait dengan sah tidaknya ibadah haji. 


Puasa Arafah

Wukuf di Arafah menurutnya lebih terkait tempat dan bukan masalah waktu. Sementara puasa sunah hari Arafah dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah sesuai dengan penetapan pemerintah setempat.

Atas dasar itu Jaidi pun mengimbau umat Islam Indonesia yang ingin melaksanakan puasa Arafah hari ini tetap diperbolehkan mengingat pemerintah menetapkan Idul Adha pada Rabu (22/08).

"Hari Selasa di Indonesia masih tanggal 9. Yang tidak boleh di mana tempat kita berada mulai dilaksanakan shalat Idul Adha," kata Jaidi.

"Kalau ada yang puasa hari ini (kemarin), mereka tidak mengharamkan yang puasa esok hari (hari ini), sehingga ada rasa tasamuh dalam hidup persatuan kita," kata dia lagi.


Jaidi juga mengajak masyarakat tetap menghargai beberapa umat Islam di Indonesia yang melaksanakan salat Idul Adha hari ini dengan rujukan waktu pelaksanaan wukuf arafah kemarin.

Sejumlah umat Islam pada hari ini memang melaksanakan salat Idul Adha tanda masuknya hari raya Idul Adha 1439 Hijriah. Di Jakarta, salat Idul Adha salah satunya digelar di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Salat Idul Adha di Masjid Agung Al Azhar dipimpin oleh Agus Nur Qowim. Sedangkan khatib salat adalah KH. Mahfudh Makmun.

(CNNIndonesia)
Powered by Blogger.