Header Ads

Kirab Budaya Kabupaten Pekalongan Angkat Ki ageng Cempaluk

KAJEN - Kirab Budaya Kabupaten Pekalongan 2018 dilakukan dari pendopo Kesesi hingga Pendopo Bupati Pekalongan.Sebanyak 57 kereta kuda atau andhong yang dihias terlihat berjalan rapi dalam arak-arakan tersebut,dan disambut oleh anak-anak SD di sepanjang jalan mandurorejo sambil membawa bendera merah putih.Sabtu siang (25/8).

Sumarwati,Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa acara kirab budaya tersebut diikuti oleh,Bupati Pekalongan,Wakil Bupati,Forkompinda,Wakil Ketua DPRD,Sekda,seluruh OPD dan para Camat.

"Kemarin sore (Jum'at) rangkaian untuk kirab menyanggarkan Mapanji Cempalok di makamnya ki ageng cempaluk,kemudian malam harinya kita ambil Mapanji Cempalok,kita boyong di pendopo kesesi dan di pendopo kesesi tadi malam ada acara gerumungan budaya yang dihadiri oleh seluruh kepala desa,"ungkapnya.

Dikatkan,bahawa dalam acara kirab tersebut dilakukan upacara penyerahan Mapaji cempaluk dari sesepuh Kabupaten Pekalongan,KH.Rozikin Daman kepada Bupati Pekalongan.

"Semoga ini bisa menjadi agenda rutin,dan bisa menciptakan sejarah kabupaten pekalongan yang mengangkat Ki ageng cempaluk yang telah merintis berdirinya kabupaten pekalongan,"harapnya.

Sementara itu Bupati Pekalongan,KH.Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa
kirab budaya merupakan rangkain acara Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 396,yang mengambil setting ketokohan Ki Ageng Cempaluk yang  mengangkat nilai spiritulalitasnya dengan simbol menanam pohon asam atau asem.

"Pohon asem itu kan sama dengan cempaluk,punya simbol perjuangan,pertama rasanya asem tapi memiliki hikmah dibadan kuat dan segar.Kita juga tadi memecah kendi sebagai simbol kalau ada masalah kita kompak memecahkan masalah bersama-sama,"tuturnya.

Dalam Kirab tersebut juga mengusung pusaka Kiyai Brojol kabupaten pekalongan yang nantinya akan disimpan di Pendopo Kabupaten Pekalongan.(Ros-Nk)
Powered by Blogger.