Header Ads

Kemenhub Prioritaskan Pembangunan Berbasis Indonesia Sentris

Foto: Kemenhub
Foto: Kemenhub
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pembangunan pada daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia. Hal ini menjadi prioritas Kemenhub sesuai dengan visi pembangunan negara Indonesia yang berdaulat, mandiri, merdeka dan berkepribadian.
"Salah satu sila dalam Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, oleh karenanya kita harus membangun di daerah pinggiran. Ini sesuai dengan visi pembangunan Indonesia yang didukung dengan Nawa Cita sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas yang memiliki daya saing," terang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi narasumber dalam diskusi dengan tema "Pembangunan Untuk Seluruh Rakyat Indonesia" di Jakarta.
Pembangunan transportasi di pelosok Indonesia merupakan paradigma pembangunan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla yang berorientasi pada Indonesiasentris. Hal ini menandakan pembangunan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat kota saja tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.
"Ada suatu desa di Utara Maluku yang hanya dikunjungi satu kapal seminggu sekali, kemudian kita membangun pelabuhan disana. Ini merupakan upaya kita dalam mewujudkan Indonesiasentris," ujar Menhub.
Kemenhub juga melakukan peningkatan pelayanan angkutan laut pelayaran rakyat dengan membangun 24 unit kapal rakyat pada tahun 2017-2018 yang tersebar di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Maluku.
"Pembangunan kapal rakyat ini untuk mendorong ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal. Tidak hanya itu, kami juga memberikan pendidikan kepada 400 ribu orang untuk belajar mengemudikan kapal, pengetahuan tentang keselamatan dan pelabuhan," kata Menhub.
Selain pembangunan transportasi di pelosok, untuk menyelesaikan masalah kemacetan di kota besar dilakukan pembangunan angkutan massal seperti Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) dan Bus Rapid Transit (BRT). Adapun pembangunan transportasi massal seperti LRT juga akan dilakukan di lima kota besar yaitu Medan, Bandung, Makassar dan Bali.
(Suara Merdeka)
Powered by Blogger.