Header Ads

Kekeringan,Pompa Air Diterjunkan Sistem Irigasi Bergilir Diberlakukan

Gambar ilustrasi
KAJEN -Debit air dan kebutuhan air di beberapa daerah irigasi (DI) dibawah kebutuhan. DI Sragi, misalnya, faktor k-nya 0,49. Faktor k ini perbandingan debit sungai dengan kebutuhan.Hal tersebut diterangkan oleh Kabid PSDA, DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan, Edi Setiawan, kemarin.
 
"Normalnya faktor k itu 1,untuk daerah irigasi (DI) yang faktor k dibawah 1, di antaranya DI Sudi Kampil, Rogoselo, Bandar Pekiringan, dan DI Kajen. Sedangkan, di DI Padurekso dan Simbang, faktor k masih lebih dari 1.Untuk Bendung Kletak, Kaliwadas, dan Asam Siketek bukan kewenangan kami, namun BPDAS Pemali Comal," tuturnya.
 
Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan air irigasi, pihaknya sudah melakukan sistem irigasi bergilir. Diterangkan, luas lahan pertanian fungsional saat ini 15.192 hektare (ha). Dengan sebaran di antaranya di DI Padurekso 2.409,5 ha, DI Sudi Kampil 1.515 ha, DI Pesantren 3.075 ha, DI Kaliwadas 2.017 ha, DI Sragi 3.391 ha, dan DI Tapak Menjangan 1.132 ha. 
 
"Untuk musim tanam saat ini tanaman padinya tidak sama, ada yang sudah panen, menjelang panen, dan beberapa di antaranya baru ditanam,"ungkapnya.
 
Dikatakan,pihaknya menghimbau para petani agar untuk musim tanam tiga nanti harus mematuhi pola tanam sesuai dengan peraturan bupati, yakni tanam palawija, karena diperkirakan debit air sungai akan semakin berkurang.
 
Sementara itu,Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Siswanto mengatakan bahwa  pihaknya berusaha untuk menyelamatkan tanaman yang sudah ada dari kekeringan.
 
"Kekeringan ringan ada sekitar 255 hektar sedangkan yang berat ada 56 hektar,jadi kita fokus kesana untuk memberikan bantuan,kalau ada sumber-sumber air kita bantu untuk pompa,"ungkapnya.
 
 Dikatakan,pihaknya sudah menerjunkan 40 brigade alsintan (alat mesin pertanian), khususnya pompa air untuk mengatasi masalah kekeringan tersebut. (Ros-Nk)
 
Powered by Blogger.