Header Ads

Kampus UNDIP Kajen Diresmikan,Pendaftaran Dosen Segera Dibuka

KAJEN – Penandatangan MOu antara  Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH Msi dengan Universitas Diponegoro Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama,menjadi tanda telah diresmikannya Kampus Undip di Kajen,Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan di Halaman Kampus UNDIP Di Kajen Kabupaten Pekalongan yang terletak disebelah timur Radio KFM Kajen,Minggu (26/8).

Nampak hadir dalam acara tersebut,Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun, Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM , pimpinan OPD serta civitas Akademika Undip di Kajen.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan  bahwa sekitar 9,8 hektare sudah siap dihibahkan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan cara investasi pendidikan, yaitu kurang lebih 1 hektare bersertifikat di Kajen dan sisanya di Kesesi untuk dijadikan lahan pendidikan.

"Ini adalah merupakan peran pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka memfasilitasi pendidikan di kabupaten Pekalonga,"ungkapnya.

Bupati berharap adanya Universitas Diponegoro di kajen ini mampu membuka seluas luasnya bagi anak anak yang ingin kuliah di Undip, dengan cukup di Kajen saja. 

"Dengan total 9,8 hektare di kabupaten Pekalongan sudah kita siapkan dalam rangka mengangkat kesejahteraan masyarakat dengan cara investasi pendidikan. Karena saya meyakini,  bahwa dengan banyaknya anak anak yang kuliah, maka semakin mudah  merubah nasib dan keluarganya untuk lebih baik." tutur Asip. 

Sementara itu dikesempatan yang sama Rektor Undip Prof.Dr Yos Johan Utama menyampaikan bahwa pendaftaran mahasiswa dengan 2 prodi di Undip Kajen dengan  kurikulumnya yang sama dengan Undip di Semarang telah  melampaui kuota. 

"Jadi ada sekitar 700-an calon mahasiswa mendaftar di 2 prodi, ada sekitar masing masing 340 calon mahasiswa,  namun yang akan kita ambil hanya 120 mahasiswa, dengan kuota masing masing program studi sebanyak 60 mahasiswa."

Selain itu, Undip juga menambah kuota bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu dengan bebas pendidikan di Undip Kajen. 

"Kita juga menambahkan kuota 5 anak yang berasal dari kabupaten Pekalongan untuk masing-masing prodi dengan bebas biaya akses pendidikan bagi mereka yang berprestasi namun kurang mampu,"tandasnya.

Menurutnya, Undip Kajen akan terdiri dari 4 bangunan utama diantaranya perpustakaan, sekretariatan, laboratorium, ruang kelas dan ruang pengelola. 

UNDIP Kajen, juga akan membuka pendaftaran dosen tetap non PNS di bulan September atau Oktober, dengan 6 Dosen pada masing masing Prodi, dengan minimal berpendidikan Magister atau S2. 

"Nanti setelah diterima, akan kita adakan magang terlebih dahulu di Tembalang, lalu akan kami pindah ke Kajen, sedangkan nanti dalam proses pendidikan akan ada beberapa Dosen yang di Undip Semarang akan sementara kami pindahkan ke Kajen, atau bisa teman-teman yang dari Pekalongan, yang sudah master boleh, seperti dari DepAg, Humas atau yang lainnya. Nanti akan ada NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus), yaitu digunakan oleh bukan dosen tapi m pengajar. Nanti di Undip kajen ini akan diisi oleh dosen Tetap non PNS, jadi mereka juga bisa menjadi guru besar, yang tingkatannya setara dengan PNS karena nanti mendapat NIDN (Nomor Induk Dosen Nasaional)," jelas Prof Dr Yos Johan Utama.

Rektor Undip juga menambahkan bahwa dalam sebelum 3 tahun yang akan berjalan harus terakreditasi B yang akan bermanfaat bagi mahasiswa setelah lulus.

"Kita bukan mengejar akreditasi C, tapi kita langsung akan mengejar akreditasi B, karena untuk membantu mahasiswa yang nantnya lulus mampu masuk ke PNS. Jadi kita bekerja keras yang tidak main-main, dengan niat yang baik insyaAllah akan dipermudah oleh Allah." tambah Prof Dr Yos Johan Utama.(Ros-Nk)
Powered by Blogger.