Header Ads

Ilmuwan Inggris Pecahkan Misteri Segitiga Bermuda

Ilmuwan Inggris Pecahkan Misteri Segitiga Bermuda
Kepulauan Bermuda. (Wikimedia Commons/(WT-en) Legrospaumé at English Wikivoyage)
Jakarta - Misteri kapal dan pesawat yang hilang di Segitiga Bermuda berhasil 'dipecahkan' oleh ilmuwan Inggris.

Sejumlah ilmuwan Inggris meyakini bahwa gelombang 'jahat' setinggi 100 kaki menjadi salah satu alasan mengapa banyak kapal tenggelam secara misterius di Segitiga Bermuda, wilayah segitiga di bagian barat Samudera Atlantik Utara yang membentang sepanjang 700,000 kilometer antara Florida, Bermuda, dan Puerto Rico.

Dikenal sebagai Segitiga Setan, kawasan ini memiliki banyak jalur pelayaran dan telah mengklaim lebih dari 1,000 jiwa dalam 100 tahun terakhir.

Namun, para ilmuwan di Universitas Southampton di Inggris percaya bahwa misteri itu dapat dijelaskan oleh fenomena alam yang dikenal sebagai "gelombang jahat".

Dilansir dari tayangan dokumenter di Channel 5 dengan judul "The Bermuda Triangle Enigma", para ilmuwan menggunakan simulator dalam ruangan untuk menciptakan kembali gelombang air monster yang hanya berlagsung selama beberapa menit.


Gelombang itu pertama kali diamati oleh satelit pada 1997 di lepas pantai Afrika Selatan, beberapa gelombang memiliki ketinggian 300 meter (hampir 100 kaki).

Tim peneliti membangun model USS Cyclops, kapal kargo angkatan laut yang dikabarkan hilang pada 1918 yang membawa 300 jiwa. 

Karena ukurannya yang tipis dan dasarnya yang rata, maka tidak dibutuhkan waktu lama sebelum model ini diatasi dengan menggunakan air selama simulasi.

Dr. Simon Boxall, seorang ilmuwan laut dan bumi mengatakan, tiga badai besar datang bersama dari berbagai arah itu bisa menjadi kondisi sempurna untuk gelombang jahat.

Boxall yakin bahwa lonjakan dalam air seperti itu dapat menelan kapal, seperti Cyclops.

"Ada badai di selatan dan utara yang datang bersama-sama," kata Boxall sambil menambahkan bahwa jika ada tambahan badai dari Florida, itu berpotensi menjadi formasi gelombang yang mematikan.

"Mereka curam dan tinggi, kami sudah mengukur gelombang itu lebih dari 30 meter."

Menurut Boxall, semakin besar kapal maka semakin banyak kerusakan yang terjadi.

"Jika anda bisa membayangkan gelombang jahat dengan puncak di kedua ujungnya, tidak ada yang terjadi dibawah kapal, itu terkunci menjadi dua," kata dia.

"Jika itu terjadi, kapal bisa tenggelam dalam waktu dua sampai tiga menit."

(CNNIndonesia)
Powered by Blogger.