Header Ads

Diplomasi Budaya Kukuhkan Pekalongan Legenda Batik

 KAJEN - Dalam rangkaian kunjungan Bupati Pekalongan sebagai narasumber Forum Bisnis   di Festival Indonesia - Moscow, 2-5 agustus, beliau juga mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Kota Saint Petersburg, 4 jam perjalanan melalui moda kereta api dari Moscow. Kunjungan yang difasilitasi oleh pihak Kedutaan Besar RI tersebut dilakukan pada tanggal 6 agustus selepas acara pameran produk-produk unggulan Indonesia di Taman Krasnaya Presnya di Kota Moscow. Kunjungan tepatnya ditujukan Peter the Great Museum of Antthropology and Ethnography (Kunstkamera) of Russian Academy of Science, sebuah museum tertua di Rusia yang menyimpan jutaan benda-benda bersejarah dari seluruh dunia.

Bupati Pekalongan diterima langsung oleh Direktur Museum, Mr. Andrei V. Golovnev di Museum yang terletak di di pusat kota Saint Petersburg dan beroperasi sejak tahun 1727. Dalam kunjungan tersebut, Asip Kholbihi, SH MSi mendonasikan Batik Pekalongan ke museum untuk menjadi salah satu koleksi dan dapat dilihat oleh para pengunjung museum tersebut setelahnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut adalah bentuk dari diplomasi dan misi Kebudayaan yang bertujuan memperkenalkan Batik Pekalongan kepada Dunia khususnya masyarakat Rusia.

“ Kita berharap bahwa dengan Batik Warna Alam yang ada di museum terkemuka di Rusia tersebut, masyarakat Rusia dapat lebih mengenal Batik sebagai salah satu produk budaya asli Indonesia dan secara khusus akan mengangkat nama Kabupaten Pekalongan sebagai penghasil dan pemasok  70 persen pasar batik nasional,”tandasnya.

Sementara Mr. Andrei juga mengapresiasi donasi Batik Pekalongan untuk menjadi koleksi Museum Kunstkamera, dan berharap akan ada kegiatan lain seperti penyelenggaraan pameran koleksi Museum Kunstkamera di Indonesia ataupun eksibisi batik-batik Indonesia khususnya Pekalongan dan benda-benda seni lainnya di Saint Petersburg melalui kerjasama yang saling menguntungkan.

Powered by Blogger.