Header Ads

Dapat Sanksi AS, Iran Tetap Prioritaskan Program Rudal

Dapat Sanksi AS, Iran Tetap Prioritaskan Program Rudal
Ilustrasi. (REUTERS/KCNA)
Jakarta - Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami mengatakan pengembangan rudal tetap menjadi prioritas negaranya meski Amerika Serikat baru-baru ini kembali memberlakukan sanksi terhadap Teheran.

Hatami mengatakan Iran juga akan memamerkan jet tempur terbarunya dalam Hari Industri Pertahanan Nasional yang diselenggarakan pada 22 Agustus.

"Prioritas utama kami adalah mengembangkan program rudal. Kami berada dalam posisi bagus terkait teknologi ini, kami hanya perlu mengembangkannya," ucap Hatami seperti dikutip kantor berita Fars, Sabtu (18/8).


Kami juga akan memamerkan sebuah pesawat militer pada Hari Industri Pertahanan Nasional, dan orang-orang akan melihat pesawat itu mengudara, dan teknologi kami dirancang untuk itu," ujarnya.

Dikutip dari Reuters, Iran juga sebelumnya pernah meluncurkan jet tempur buatan dalam negeri pada 2013 lalu. Namun, sejumlah ahli pertahanan meragukan kapabilitas dan teknologi pesawat perang tersebut.

Angkatan udara fungsional Iran juga disebut telah dibatasi. Kini, Iran dikabarkan hanya memiliki beberapa lusin jet tempur dan pesawat penghancur lainnya. 


Sebagian besar pesawat-pesawat itu diperkirakan buatan Rusia atau AS yang diperoleh Iran sebelum Revolusi 1979.

Dalam kesempatan berbeda, Angkatan Laut Iran juga mengatakan pihaknya sedang mengembangkan serangkaian sistem senjata pertahanan teknologi tinggi buatan lokal. Ini dikabarkan akan dipasang pada salah satu kapal perang Iran.

"Uji coba sistem pertahanan jarak pendek Kamand di pesisir dan laut disimpulkan berhasil," kata Komandan Angkatan Laut Iran laksamanan Hossein Khanzadi.

Unjuk gigi kekuatan militer terus digencarkan Iran belakangan ini, terutama sejak hubungan Teheran-Washington memburuk. 


Memanasnya hubungan kedua negara terjadi terutama setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran beberapa bulan lalu. Trump bahkan memutuskan memberlakukan kembali sanksi unilateral yang sebelumnya pernah dicabut terhadap Iran.

Awal Agustus lalu, Garda Revolusioner Iran juga mengatakan telah menggelar simulasi perang di Selat Hormuz, jalur penting pasokan energi global.

Garda Revolusioner Iran menyebut latihan itu dilakukan guna "menghadapi kemungkinan ancaman" dari musuh-musuh Iran.


Komando Pusat Militer AS bahkan telah melihat peningkatan aktivitas angkatan laut Iran di Selat Hormuz. Garda Revolusioner Iran sempat mengancam akan memblokade jalur utama minyak itu jika AS terus "mengancam" Teheran.
(CNNIndonesia)
Powered by Blogger.