Header Ads

Bupati Ziarahi Makam Para Pendahulu

KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-396 tahun 2018, jajaran Pemkab Pekalongan melakukan ziarah ke makam para Bupati pendahulu. Seperti yang dilakukan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si beserta para Kepala OPD pada Rabu (22/8/2018) malam dan Kamis (23/8/2018) malam.

Tampak hadir dalam ziarah antara lain Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., para unsur Muspid, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kementerian Agama, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus istri Bupati yakni Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi.

Bupati mengungkapkan secara umum atau secara tradisi biasanya, ziarah dilakukan ke makam Bupati pertama yaitu Pangeran Mandurorejo yang dimakamkan di Kaliwungu Kabupaten Kendal. Beliau dilantik pada tahun 1622.

Disamping itu ziarah dilakukan ke beberapa makam Bupati yang dimakamkan di sekitar Kabupaten/Kota Pekalongan seperti Bupati Jayengrono yang ada di Desa Kauman Kecamatan Wiradesa, Ki Ageng Cempaluk yang merupakan salah satu founding fathers cikal bakal berdirinya Kabupaten Pekalongan sejak Pemerintahan Mataram Islam, yang dimakamkan di Desa Kesesirejo, Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang.

“Dari makam Ki Ageng Cempaluk ini sekaligus menjadi pusat tempat dimulainya kirab budaya yang pertama kali. Starting di daerah Kesesi karena ada faktor kesejarahan Ki Ageng Cempaluk yang melahirkan tokoh Tumenggung Bahurekso dan lain-lain,” ujar Bupati.

Bupati Asip Kholbihi beserta rombongan juga melakukan ziarah ke kompleks makam Bupati terdahulu di Sapuro Kota Pekalongan. Menurut Bupati, hal ini kita lakukan karena dahulu pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan berada di Kota Pekalongan yaitu di Jalan Nusantara. Sehingga sejak era Mataram sampai era Kemerdakaan banyak Bupati yang dimakamkan di daerah Sapuro.

“Tradisi ini insya Allah akan terus-menerus kita laksanakan karena sudah banyak Bupati-bupati Pekalongan. Dan nanti akan kita susun kembali. Yang paling penting adalah ini bentuk dari refleksi birul walidain generasi penerus kepada para pendahulu yaitu ditandai dengan melakukan ziarah, tahlil dan doa bersama untuk arwah leluhur para Bupati. Dan trasdisi ini biasanya kita laksanakan pada rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang jatuh pada bulan Agustus,” tegas Bupati. 
Powered by Blogger.