Header Ads

Alat Uji KIR Rusak,Wajib Uji Kendaraan Dimohon Bersabar

KAJEN - Akibat adanya kerusakan alat uji Kir Kendaraan sehingga tidak lolos akreditasi oleh Dirjen Perhubungan Darat,Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan tidak bisa menerima pengujian kendaraan mulai Rabu (1/8).

Karena tidak tau,tidak sedikit para pemohon Uji Kendaraan atau Kir yang datang ke Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan untuk uji kendaraan dan kemudian harus kecewa karena ternyata tidak bisa dan harus ngindek ke Batang atau Pemalang.

Salah seorang warga,Cayoto yang hendak Uji KIR ke Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan mengatakan bahwa dari Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan hanya diberi Surat Ijin Numpang KIR.

"Mau uji kir, tapi katanya tidak bisa dan harus nginduk ke Batang atau Pemalang. Sedangkan dari sini hanya bisa memberikan surat ijin numpang Kir.Padahal, hari ini Kamis (2/8) kir kendaraannya sudah habis,tapi kalau ke Batang atau ke Pemalang repot tambah biaya terutama transportasinya dan lain lain," tuturnya.


Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Acham Muhlisin ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kerusakan tersebut.

"Untuk sementara pelayanan pengujian berkala kendaraan dialihkan ke unit pelaksana uji kendaraan kendaraan bermotor terdekat yaitu Pemalang dan Batang. Itu sembari menunggu perbaikan alat uji dan pemenuhan alat akreditasi."

Dikatakan,kerusakan ada di kalibrasi dan untuk mengukur ketebalan kaca film. Untuk itu dalam rangka konsultasi pihaknya Jumat (3/8) diundang oleh Dirjen Perhubungan Darat di Bogor yaitu sebanyak 60 daerah se Indonesia.


"Mudah mudahan Senin bisa buka pelayanan, sehingga wajib uji tidak usah ke Pemalang atau Batang,wajib uji mohon bersabar, kalau tidak mendesak bisa menunggu mulai dibukanya pelayanan. Karena untuk denda keterlambaan uji kir hanya Rp 500 sampai 900 rupiah perbulan,"ungkapnya.

Terpisah,Pengurus Organisasi Angkuta Daerah ( Organda) Kabupaten Pekalongan, Slamet Kepek menyayangkan adanya pelayanan Kir yang harus nginduk ke daerah tetangga seperti Pemalang atau Batang. Sebab dipastikan wajib Kir harus mengeluarkan biaya tambahan seperti bensin atau uang makan. (Ros-Nk)






Powered by Blogger.