Header Ads

Anaknya Ditolak SMP Negeri Karena Usia Diatas 15 Tahun,Orang Tua Lapor Dindik

KAJEN - Hati orang tua mana yang tidak sedih melihat anaknya tidak diterima disekolah hanya karena faktor usianya yang sudah tidak cukup.Padahal anaknya memiliki nilai yang baik dan semangat belajar yang tinggi.

Hal itulah yang dirasakan oleh ibu Eti,warga Perum GWA 157 Wonokerto Kabupaten Pekalongan,ia mengatakan sangat sedih karena anaknya ditolak di SMP Negeri lantaran anaknya sudah berusia 15 tahun.

"Karena dinas mengatakan bahwa anak lebih dari 15 tahun tidak bisa masuk SMP negeri,"ungkapnya.

Untuk itu,dirinya bersama beberapa wali murid lain yang mengalami hal serupa melaporkan penolakan-penolakan tersebut ke Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan,Senin pagi tadi (9/7),namun dari pihak dindik juga tidak bisa membantu untuk masuk ke SMP Negeri.

"Katanya (Solusi dari Dindikbud) saya harus ke Mts dulu mencoba,setelah itu saya harus ke sekolah terbuka atau persamaan,"jelasnya.

Dikatakan usia anaknya M.Narandya sudah menginjak 15 tahun lantaran saat SD suka rewel sehingga saat kelas 1 dan 2 SD tidak naik kelas.

"Sedangkan saat kelas 4 SD saya tidak tau kenapa tidak naik kelas,saya juga tidak tau sekarang jadi begini,saya hanya bisa nangis,siapa yang harus disalahkan,"tuturnya.

Hal serupa dirasakan oleh bpk.Basri,warga Desa Sidomukti Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan,dirinya mengaku sedih karena Dinas juga tidak bisa memberikan solusi.

"Nelongso tenan,dari dinas menyuruh ke SMP terbuka,jangkauannya jauh,transport saja tidak cukup 3 ribu-5 ribu,10 ribu keatas,"ungkapnya.

Sementara itu Bupati Pekalongan,Asip Kholbihi ketika dikonfirmasi terkait masalah tersebut mengatakan bahwa karena Kabupaten Pekalongan sudah berkomitmen untuk Zero Drop Out,sehingga nantinya untuk anak yang usianya diatas 15 tahun akan diberikan jalan keluar karena memang regulasinya tidak diperbolehkan.

"Orang tua harus bersabar dulu,nanti kita akan mensiasati dengan kepala dinas,kami akan mengambil kebijakan yang setepat-tepatnya untuk pemerataan pendidikan,kita wajib belajar 9 tahun ini jangan sampai tertunda,karena nanti kalau evaluasinya bagus akan kita tingkatkan wajib belajar 12 tahun,"pungkasnya.(Ros-Nk)

Powered by Blogger.