Header Ads

Penundaan Pemungutan Suara Paling Banyak Terjadi di Papua

Penundaan Pemungutan Suara Paling Banyak Terjadi di Papua
Ilustrasi pilkada di Papua. (ANTARA FOTO/Indrayadi)
Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan bahwa penundaan pemungutan suara Pilkada 2018 terjadi di 14 kabupaten/kota di empat provinsi, dengan paling banyak terjadi di Papua.

"Penundaan pemungutan suara, baik seluruh daerah pemilihan maupun sebagian, terjadi di 14 daerah," ucap Arief di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (29/6).

Merujuk dari data KPU per Jumat (29/6) pukul 13.30 WIB, ada sepuluh kabupaten di Papua yang mengalami penundaan pemungutan suara. Sementara empat kabupaten lainnya berlokasi di Riau, Banten, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.


Di Papua, tepatnya Kabupaten Paniai, pemilihan bupati ditunda lantaran ada permasalahan pencalonan yang berimplikasi pada aspek keamanan. Akibatnya, distribusi logistik pemilu tidak tersalurkan sebagaimana mestinya.

"Untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua di Paniai tetap dilaksanakan," ucap Arief.

Masalah berbeda terjadi di Kabupaten Nduga, Papua. Di wilayah tersebut, kata Arief, terjadi konflik sehingga logistik hanya tersalurkan di ibukota kabupaten dan mengakibatkan penundaan pemungutan suara.

"Pemilihan gubernur Papua hanya terlaksana di 3 distrik," kata Arief.

Penundaan pemungutan suara terjadi pula di Kota Jayapura, Papua, tepatnya di TPS 32 Kelurahan Gurabesi akibat terjadi kebakaran.

Di Kabupaten Tolikara, Papua, distribusi terhambat lantaran kesulitan memperoleh pesawat untuk menyalurkan logistik. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Deiyai sehingga ada satu kecamatan yang tak dapat melaksanakan pemungutan suara.

Distribusi logistik yang terhambat juga terjadi di Kabupaten Yahukimo. Bedanya, di Yahukimo terkendala faktor cuaca. Kecamatan atau distrik yang mengakami penundaan pemungutan suara yakni Nipsan, Nalca, Ubahak, Talambo, Dirwemna, Puldama, Kona, dan Endomen.

"Pemungutan suara direncanakan akan dilaksanakan pada 29 Juni," kata Arief.


Di Kabupaten Lanny Jaya, Papua, dua distrik mengalami penundaan pemungutan suara. Arief mengatakan hal itu terjadi karena banyak logistik yang tertukar.

Sementara itu, Kabupaten Mimika juga mengalami penundaan karena ada aksi pembakaran surat suara. Penundaan juga terjadi di Kabupaten Keerom.

Penyebab berbeda ditemui di Jayawijaya, Papua. Di wilayah tersebut, kata Arief, terjadi pencurian surat suara di TPS 5 Distrik Wamena. Pemilihan di TPS tersebut ditunda karena KPPS didapati telah mencoblos surat suara sebelum hari H atau pada 27 Juni.

Selain di wilayah Papua, penundaan pemungutan suara pun terjadi di Riau, tepatnya di sebuah TPS di Desa Pekan Tebih, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu. Alasan penundaan yakni karena terjadi bencana banjir di TPS tersebut.

Kemudian di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah ada satu TPS yang mengalami penundaan pemungutan suara lantaran masalah distribusi logistik.

Sedangkan di Kota Tangerang, Banten, ada tiga TPS yang mengalami penundaan, yakni TPS 14 dan 15 RSUD Kota Tangerang, serta TPS 33 RS EMC.

"Ada pemilih yang pindah pilih di rumah sakit tapi belum melakukan pencoblosan karena kekurangan logistik," ucap Arief.


(CNNIndonesia.com)  
Powered by Blogger.