Header Ads

Jelang Lebaran,Muhammadiyah Serahkan 1000 Kado Bagi Korban Rob

KAJEN - Sebanyak 1000 Kado Ramadhan diberikan Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan untuk korban rob di Kabupaten Pekalongan,Kado tersebut diterima langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bambang Sujatmiko, dan disaksikan Bupati Asip Kholbihi di Masjid Babussalam Pencongan Wiradesa,kemarin.

Abdul Haris, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, yang juga panitia kegiatan tersebut mengatakan bahwa 1000 kado yang diberikan kepada warga korban rob tersebut berasal dari jajaran Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan.

"Kegiatan tersebut juga diinisiasi oleh Lazis MU, MDMC, PCM Pencongan, PCPM Pencongan, PCNA Pencongan, PC IPM Pencongan, serta lainnya. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya. Karena ini menjadi kegiatan tahunan," jelas Haris.
 
Selain penyerahan kado ramadhan tersebut juga digelar pengajian umum bersama dr Ibnu Sholeh. 
 
"Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan, dan tahun ini mengambil konsentrasi bagi warga korban rob, lantaran beberapa waktu lalu kawasan pesisir dilanda bencana rob ekstrem,"ungkapnya.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada pihak Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan, utamanya jajaran pengurus di Pencongan karena telah memberikan perhatian terhadap warga yang terkena musibah.

"Terima kasih karena hari ini kita melihat nyata, perserikatan Muhammadiyah konsisten dalam membantu pembangunan, dan memberikan perhatian lebih terhadap kondisi lingkungan sekitar. Seperti yang kita lihat hari ini, adanya penyerahan 1000 Kado Ramadhan bagi korban rob," kata bupati.

Disebutkan, beberapa waktu lalu wilayah pesisir Pekalongan dilanda rob ekstrem dengan ketinggian mencapai 1 meter lebih, dan ada sekitar 1.200 korban limpasan air laut tersebut mengungsi selama beberapa hari.

"Ini bukti kepedulian terhadap warga yang tengah terkena musibah, agar para korban di bulan Ramadan ini, serta menjelang lebaran, dapat berbahagia merayakan hari raya, atas adanya pemberian kado dari Muhammadiyah ini,"pungkas Bupati.

Dijelaskan, terhadap masalah rob, Pemkab Pekalongan telah melakukan upaya dan ada hasil baik, kemudian juga ada kerjasama yang dilakukan dengan pihak Belanda, serta bantuan pembangunan tanggul raksasa dari Pemerintah Pusat dari Kabupaten Pekalongan hingga Kota Pekalongan.

"Upaya tersebut diharapkan bisa membendung rob yang sudah sejak tahun 2008 membuat warga menjadi korban. Mudah-mudahan setelah upaya-upaya tersebut rob bisa berhenti dan masyarakat setempat dapat menjalani aktivitas secara baik," ungkap bupati.
Powered by Blogger.