Header Ads

Wisata Sebagai Industi Butuh Biaya Besar

KAJEN - Pariwisata di Kota Santri diminta untuk tetap berpedoman pada kearifan lokal dan nilai sosial budaya masyarakat.Hal tersebut disampaikan oleh Murdiyanto dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Kata Akhir Raperda Penyelenggaraan Pariwisata pada sidang Paripurna di Aula Lantai 1, Senin (21/5).

Murdiyanto dalam membacakan kata akhir tersebut menyebutkan bahwa pengembangan wisata sebagai suatu industri,membutuhkan biaya yang besar. 

"Seperti perbaikan jembatan, jalan menuju obyek wisata pengembangan hotel dengan segala fasilitasnya. Kemudian angkutan wisata juga harus disediakan, penyediaan air bersih yang harus diciptakan dengan baik. Selain itu sarana komunikasi yang teratur perlu diadakan dan tak kalah penting harus adanya pendidikan karyawan yang profesional dalam bidangnya,"ungkapnya.

Dikatakan,pariwisata sebagai industri tidak dapat berdiri sendiri, karena pariwisata berkaitan erat dengan sektor sektor lainnya. Seperti sektor ekonomi, sosial budaya yang hidup dalam masyarakat.

"Apabila pengembangan wisata tak terarah dan tak terencanakan dengan matang maka bukan manfaat yang akan diperoleh melainkan perbenturan sosial kebudayaan, kepentingan yang akan menyebabkan kualitas pelayanan kepada wisatawa pun menjadi rendah dan imbasnya akan mematikan usaha yang telah lama dibina dengan susah payah," jelasnya.

Sementara itu dalam Sidang Paripurna yang dihadiri oleh Bupati Pekalongan tersebut,Endang Suwartiningsih dari fraksi PDI Perjuangan dalam kata akhirnya menyatakan bahwa wisata didaerah maju tak lepas dari keberadaan pramuwisata atau  guide.

"Untuk menjadi guide harus memiliki linsensi dari asosiasi profesi yang ada di Indonesia.Sehingga pramuwisata harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap destinasi pariwisata yang ada,"tuturnya.


Diungkapkan,Sebagai contoh pramuwisata di Watu Ireng, maka harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam hal informasi destinasi wisata watu ireng dan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Powered by Blogger.