Header Ads

Rob Terparah,Warga Desa Jeruksari Kesulitan Tarawih Dan Sahur

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si melakukan peninjauan wilayah terdampak rob di Kabupaten Pekalongan,desa paling parah dilanda limpasan air laut tersebut adalah Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.Selasa (22/5).

Sebanyak 2100 KK dan 99 persen atau hampir secara keseluruhan tergenang. Sampai kemarin, warga kesulitan melakukan aktivitas di bulan Ramadhan seperti tarawih dan sahur.

"Selasa siang ini kami melakukan pantauan rob di beberapa lokasi, Wonokerto Wetan, Pecakaran dan Jeruksari. Sebagai titik rob di Kabupaten Pekalongan. Tapi yang paling parah adalah di Jeruksari ini, hampir semua penduduk tergenang rob cukup tinggi, hampir satu meter," jelasnya.

Sedangkan untuk wilayah Jeruksari, Asip mengaku pihaknya langsung melakukan respon cepat, dengan melakukan pembangunan pembendungan darurat di Jeruksari, yang akan dikerjakan oleh DPU Taru, karena tanggul laut dari APBN, progresnya baru di Kota Pekalongan, dan belum masuk Kabupaten Pekalongan.

"Tahun 2018 ini merupakan puncak dari rob yang terjadi sejak tahun 2008. Ketinggian signifikan dan angin besar. Banyak yang mengungsi dan kami langsung memberikan bantuan, baik air bersih, kesehatan, selimut, peralatan sekolah untuk anak-anak, logistik dan dapur umum,"ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Jeruksari Kuswanto menambahkan, bahwa hampir semua penduduk tergenang, dan rob paling parah ini sudah terjadi sejak 17 hari berturut-turut. Dan warga sekarang ini membutuhkan bantuan utamanya pangan.

"Yang dibutuhkan warga sekarang ini adalah pangan karena mereka kesulitan memasak, dapur dan semua peralatan tenggelam oleh air rob. Jadi untuk dapur umum sangat dibutuhkan, agar lebih membantu warga, apalagi saat buka puasa dan sahur,"ungkapnya.

Adapun dalam peninjauan tersebut Bupati didampingi oleh Kepala Bappeda Litbang Ir. Bambang Irianto, M.Si., Kepala DPU Taru Ir. Wahyu Kuncoro, Kepala BPBD Bambang Sudjatmiko, dan Kabid Kehumasan Dinkominfo Eka Iman Prabawa, M.Eng.

Powered by Blogger.