Header Ads

Penulis Buku Best Seller Munif Chatib Dihadirkan Dalam Seminar Hardiknas Kabupaten Pekalongan



KAJEN - Praktisi dunia pendidikan Munif Chatib sekaligus Penulis sejumlah buku best seller,seperti buku buku Gurunya Manusia, Sekolahnya Manusia, dan Orangtuanya Manusia.Dan juga seorang pendiri dan pimpinan SMA School of Human (SOH).di hadirkan oleh Pemkab pekalongan dalam Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Menjadi Gurunya Manusia”,Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018, di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (2/5).

Bupati dalam sambutan sebagai keynote speaker, menyampaikan sepuluh tahun kita bercita-cita membangun pendidikan di Kabupaten Pekalongan ini agar lebih baik. Alhamdulillah upaya ini banyak gayung bersambut seperti kegiatan hari ini.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa Allah SWT memberikan alam yang begitu indah di Kabupaten Pekalongan ini dengan sumber daya yang cukup melimpah dan apabila diberdayagunakan akan menjadi kekuatan yang dasyat untuk menghantarkan nilai-nilai kesejahteraan yang hakiki di tingkat masyarakat.

 “Salah satu kunci dari negara maju tidak lain adalah bidang pendidikan. Jadi negara maju itu pasti diukur dari tingkat kualitas pendidikannya dan tidak mungkin memajukan negara, mensejahterakan masyarakat dengan menafikkan aspek pendidikan,” ujar Bupati.

Oleh karena itu, kata Bupati, pendidikan disebut dengan salah satu kebutuhan pokok kita atau basic need (kebutuhan dasar) yang harus dipenuhi oleh Pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

Dijelaskan Bupati, Menteri Pendidikan RI dalam sambutan pada upacara Hari Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa ada tiga pola pendidikan yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal, pendidikan luar sekolah dan lain-lain yang penting kerangka besarnya adalah secara bersama-sama melakukan proses pendidikan.

“Ada value besar yang menjadi kharakteristik khas bangsa Indonesia, ada gotong-royong, ada tepo seliro, saling menghargai, bersifat egalitarian. Semua nilai-nilai luhur itu semua ada di Indonesia, persoalan implementasinya itu dapat dipupuk secara perlahan. Untuk mengeksplor kekuatan sumber daya alamnya ini yaitu dengan terus-menerus meningkatkan pendidikan,” terang Bupati.

Bupati sering menyampaikan bahwa peringkat pendidikan bangsa Indonesia berada di level 62 dari 63 negara yang disurvai. Inilah yang menjadi keprihatinan Bupati Asip sebagai Kepala Daerah
. “Untuk itu saya mengajak seluruh komponen di bidang pendidikan utamanya, mari kita bersama-sama bergandeng tangan berikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ajak Bupati kepada seluruh guru yang hadir.

Ada pertanyaan, apakah selama ini sudah berhasil mengembangkan pendidikan di Kabupaten Pekalongan? Jawabnya sudah. Bupati menerangkan, bahwa bapak-ibu guru sudah luar biasa mendidik anak-anak kita untuk menjadi anak-anak yang cerdas, anak-anak yang tidak terbelakang, anak-anak yang mampu menjawab tantangan jaman. Namun persoalannya, sambung Bupati, adalah kawan-kawan kita yang diluar larinya begitu kencang. 

“Ini persoalan. Terus, bagaimana mengatasi problem seperti ini? Ayo, sekarang kita akan pelajari cara larinya mereka. Kemudian kita harus mengeksplorasi kemampuan kita untuk bisa mengejar mereka. Dan dalam hal ini saya undang pakar-pakar pendidikan, tahap pertama ini adalah pak Munif Chatib yang akan memberikan antara lain akan merubah mindset kita/paradigma kita (manhajul fikri-dalam bahasa arabnya) bagaimana menjadi guru dalam memperlakukan murid,” tuturnya.

Kehadiran Munif Chatib dalam seminar ini berhasil menyedot perhatian peserta yang semuanya guru di Kabupaten Pekalongan.

 Munif Chatib menyampaikan materi mengenai langkah-langkah mendidik yang mengedepankan nilai memanusiakan manusia. Menurutnya terdapat sejumlah hal yang harus dibuka agar tujuan mendidik dapat diraih dengan maksimal, diantaranya bintang atau inspirasi bagi semangat anak didik. 


Kata Munif, konsep bintang ini menjadi renungan bagi peserta tetapi juga motivasi untuk lebih serius mengaktualisasikan nilai memanusiakan manusia dalam proses pendidikan yang diberikan kepada siswa. Tanpa pemahaman bahwa bahwa setiap anak adalah bintang maka pendidik akan kesulitan mengembangkan potensi siswa.



Hadir pula dalam seminar tersebut  Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan H. Cholis Jazuli, Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer, MM., Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si.dan diikuti pula 500 guru Paud, SD/MI, SMP/MTs dan SMA se Kabupaten Pekalongan.
Powered by Blogger.