Header Ads

Bupati Pekalongan Ungkap Waktu Adalah Komoditas Termahal Melebihi Racun Kalajengking

KAJEN - Waktu adalah komoditas termahal melebihi racun kalajengking,hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Pekalongan KH.Aship Kholbihi,SH.,M.Si saat menghadiri Pengajian dalam rangka Haflah Attasyakur Wal Ikhtitam di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah Awaliyyah (MDA) Tarbiyatul Mubtadi'in Desa Ambokembang Kecamatan Kedungwuni.Senin malam kemarin (7/5).

"Saat ini waktu adalah komoditas termahal melebihi racun kolojengking yang viral di media sosial dan seperti yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi. Untuk itu manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar,"ungkapnya Bupati Pekalongan. 

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengharapkan dan mendoakan semoga para Santri TPQ dibawah asuhan Kyai Syaifurrohman, ilmunya akan bermanfaat bagi mereka dan masyarakat setempat pada masa yang akan datang.

Menurut Bupati, orang tua kebanyakan saat ini dengan bangganya lebih memikirkan pendidikan bagi anak-anaknya itu tempat sekolahnya dimana. Namun tidak memikirkan anak-anaknya mengajinya bagaimana, mondoknya dimana. Dan itulah gaya kebanyakan orang tua saat ini.

Berkaitan hal tersebut, dibawah kepemimpinan Bupati Asip Kholbihi, Pemkab Pekalongan memiliki pandangan ke depan (visi) yaitu membangun masyarakat yang sejahtera lahir bathin dan beragama kuat. Disamping itu menjunjung tinggi nilai-nilai lokal

“TPQ, MDA dan pondok pesantren harus dijaga, harus dibantu dengan berbagai cara agar bisa berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus-menerus berupaya agar kualitas yang ada di TPQ, MDA, juga yang ada di sekolah-sekolah baik sekolah umum maupun sekolah keagamaan kita dorong agar dapat mencetak kader-kader yang sholeh-sholehah, alim, menguasai ilmu pengetahuan serta pada akhirnya berguna bagi masyarakat,” ujar Bupati.

 Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan akan meluncurkan program mengaji dengan cara menghafal surat-surat pendek Al Qur'an bagi siswa-siswi SD Negeri dan SMP Negeri.

"Program baru itu adalah pembacaan kitab risalah awwal. Dan akan kami launching hari Rabu tanggal 9 Mei 2018 besok (hari ini). Dengan harapan program ini akan menambah bekal akhirat bagi para siswa-siswi SD Negeri dan SMP Negeri, seperti yang diajarkan di Pondok-Pondok Pesantren," terang Bupati.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Rois Syuriah PCNU KH. Muhammadun Raden Jundi, KH. Zawawi Dured, KH. Masykur Zuhdi (penceramah dari Tulungagung Jawa Timur), beserta kyai-kyai lainnya, Kepala Desa Ambokembang beserta istri, beserta tamu undangan lainnya.
Powered by Blogger.