Header Ads

Arab Saudi Sudah Mengesahkan UU Pelecehan Seksual

Arab Saudi Akan Kriminalkan Pelecehan Seksual
Riyadh - Dewan Syura Arab Saudi yang merupakan badan penasihat resmi telah mengesahkan sebuah undang-undang yang menetapkan pelecehan seksual sebagai pelanggaran hukum.
Tujuannya adalah 'untuk memberantas pelecehan, mencegahnya, menghukum pelakunya, serta melindungi korban demi mempertahankan hak pribadi, martabat dan kebebasan individu seperti yang dijamin oleh yurisprudensi dan peraturan Islam'.

Rancangan undang-undang itu disusun oleh Kementrian Dalam Negeri berdasarkan instruksi Raja Salman, seperti dilaporkan media setempat.

Bagaimanapun, banyak warga Arab Saudi yang menanggapi undang-undang itu dengan bercanda mengingat kaum pria dan wanita tidak berbaur di tempat umum di kerajaan Islam yang konservatif tersebut.

Berdasarkan undang-undang yang disahkan, hukuman bagi pelaku pelecehan seksual adalah maksimum dua tahun dengan denda hingga setara Rp374 juta.
 
Dalam kasus yang berulang maka pelaku terancam hukuman lima tahun penjara dan denda sampai tiga kali lipat lebih.

Kerahasiaan korban dijamin oleh UU tersebut dan korban tidak bisa menarik laporan yang sudah diajukan kepada polisi.

Selain itu, menghasut untuk pelecehan seksual serta membuat laporan palsu kepada pihak berwenang juga tergolong pelanggaran hukum.
Sementara lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta diwajibkan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah pelecehan seksual.

Warga Arab Saudi juga bisa menikmati kembali menonton film di bioskop, yang sempat dilarang selama 35 tahun belakangan.

(Detik.com)

Powered by Blogger.