Header Ads

Sonjo Desa,Bupati Berikan Santunan Kematian Hingga Beasiswa

KAJEN- Dukuh Pakuluran di Desa Sidoharjo Kecamatan Doro merupakan Dukuh yang terisolir karena untuk sampai kesana dibutuhkan waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih 1 jam dari kantor Kecamatan Doro,dengan jalan yang terjal dan melewati hutan.

Seperti yang terlihat saat Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si melakukan Sonjo Desa ke pakuluran,Jum'at (13/4) kemarin.

Bupati bersama rombongan yaitu menempuh perjalanan lebih kurang 1 jam dari kantor Kecamatan Doro, melalui jalan jalur obyek wisata Watubahan Desa Lemahabang menuju Dukuh Pakuluran Desa Sidoharjo. Bupati dan rombongan berangkat pukul 17.00wib dan sampai di Dukuh Pakuluran Desa Sidoharjo pukul 18.00WIB. Dan menginap di rumah-rumah warga.

Usai istirahat sejenak guna melakukan ibadah sholat magrib dan isya, Bupati dan rombongan melihat aktivitas warga setempat seperti daerah atas lainnya, yakni bermasyarakat dengan cuaca dingin dan menyaksikan pergelaran wayang kulit. Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan banyak bantuan, antara lain bantuan modal kepada 10 warga tidak mampu masing-masing Rp 2 juta.

Selain itu juga memberikan santunan kematian dan akta kematian kepada 5 ahli waris masing-masing sebesar Rp 1 juta, juga menyerahkan Kartu Kajen Cerdas bagi anak-anak SD (4 anak, masing-masing Rp 450ribu), SMP/MTs (2 anak, masing-masing Rp 750ribu), dan SMA (2 anak, masing-masing Rp 1 juta), serta beasiswa bagi 5 anak masing-masing Rp 5 juta.

“Antara masyarakat dengan pemerintah sejatinya tidak bisa terpisahkan, yakni masyarakat harus memberikan kontribusi baik tenaga, pikiran, saran, masukan kepada pemerintah agar pemerintah berjalan dengan baik,” ujar Bupati.

Kepada masyarakat padukuhan setempat, Bupati mengatakan bahwa dirinya memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat yakni permasalahan penerangan (listrik) dan infrastruktur jalan. Bupati menceritakan bahwa dulu sewaktu dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan (periode 2004-2009 dan periode 2009-2014) sering berkunjung ke Desa Sidoharjo termasuk Dukuh Pakuluran ini. Saat itu, kata Bupati, listrik belum masuk.

Oleh karenanya, saat mencalonkan diri sebagai Bupati pada Pilkada serentak Desember 2015, Bupati berjanji jika dirinya menjadi Bupati seluruh Padukuhan di Kabupaten Pekalongan termasuk Dukuh Pakuluran ini akan teraliri listrik semua. 

“Alhamdulillah janji tersebut telah saya tepati, dimana setelah saya dilantik menjadi Bupati pada 27 bulan Juni 2016, pada akhir tahun 2017 Dukuh Pakuluran ini dan Dukuh-dukuh yang lain sudah teraliri listrik semua,” terang Bupati.   

Mengenai infrastruktur jalan Desa, Bupati menegaskan bahwa untuk urusan jalan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak akan tinggal diam.

 “Pokoknya kalau saya sudah datang kesini, hal-hal yang menyangkut pembangunan desa termasuk jalan yang bebannya panjang dan apabila melintasi dua desa akan kita ambil alih, akan kita take over ,” tegasnya.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan penyerahan bantuan, Sonjo Deso juga dilengkapi dengan pemberian pengobatan gratis bagi seluruh warga Dukuh Pakuluran Desa Sidoharjo dari Dinas Kesehatan melalu Puskesmas Doro. Acara digelar hari Sabtu pagi (14/4) di salah satu rumah warga. Bupati dan rombongan Pejabat Pemkab Pekalongan berkesempatan menyaksikan kegiatan tersebut, sebelum melakukan perjalanan pulang ke Kajen.

Adapun rombongan Bupati tersebut terdiri dari istri Bupati Dra. Hj. Munafah dan salah seorang anaknya,Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Camat atau Sekcam se Kabupaten Pekalongan.
Powered by Blogger.