Header Ads

RI Dorong Dukungan Lebih Kuat GNB Bagi Rakyat Palestina, Tekan Israel

Jakarta - Indonesia menyerukan kepada negara-negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) untuk membantu para pengungsi Rohingnya di Rakhine State, Myanmar. Seruan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir dalam Konferensi Tingkat Menteri Gerakan Non Blok (KTM GNB) ke-18 di Baku, Azerbaijan, 5-6 April 2018.

Wakil Menteri Luar Negeri, Dr. A.M. Fachir, berbicara di hadapan Pertemuan Tingkat Menteri Komite Palestina Gerakan Non-Blok, di Baku, Azerbaijan. Dalam intervensinya, Wamenlu menyatakan, “Perdamaian hanya dapat dicapai jika pihak-pihak yang terlibat memiliki tingkat dukungan yang sama. Diperlukan dukungan kuat untuk rakyat Palestina dan proses perdamaian, dan tekanan kuat terhadap Israel." (5/4)
Wamenlu meminta “penegasan komitmen untuk mendukung negara dan rakyat Palestina," dan menyampaikan bahwa dukungan yang semakin kuat diperlukan di semua tahapan dalam upaya kemerdekaan Palestina. Wamenlu Fachir tekankan perlunya kebersamaan Gerakan Non-Blok, termasuk dalam upaya internasional untuk pengakuan negara Palestina – mulai dari upaya internasional seperti pengakuan keberadaan negara Palestina serta mendukungnya bergabung pada organisasi dan traktat internasional – dan juga pemberian pelatihan di berbagai bidang dan dukungan ekonomi untuk rakyat Palestina.
Wamenlu juga menekankan perlunya terus lakukan tekanan internasional terhadap Israel dengan mengecam penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh tentara Israel, dan dengan mempromosikan hak asasi manusia dan hukum humaniter. Wamenlu tekankan bahwa dorongan dan tekankan tersebut harus didasarkan pada proses internasional yang kredibel yang bertujuan untuk mengakhiri pendudukan, serta membuka jalan untuk mewujudkan solusi dua negara sesuai dengan resolusi Majelis Umum PBB no. 66/225 dan resolusi Dewan Keamanan PBB no. 2334.
Pertemuan Tingkat Menteri Komite Palestina Gerakan Non-Blok diadakan bersamaan dengan Pertemuan Tingkat Menteri Gerakan Non-Blok di Republik Azerbaijan pada tanggal 5-6 April 2018. Wamenlu tekankan kembali dorongannya tentang Palestina pada pertemuan tingkat menteri tersebut.

(Sumber : Kemenlu.go.id)

Powered by Blogger.