Header Ads

Pengurus RT/RW Desa Wuled Dilantik,Bupati Sebut Baru Pertama Sejak Jaman Majapahit

KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menghadiri Pengajian Umum dalam rangka Pelantikan Pengurus RT dan Pengurus RW Periode 2018 – 2023 Desa Wuled Kecamatan Tirto, Minggu malam (15/4)

"Sejak jaman Majapahit baru kali ini ada pelantikan Pengurus RT RW dan baru hanya di Desa Wuled Kecamatan Tirto ini. Saya sangat apresiasi atas langkah Kepala Desa Wuled ini," ungkap Bupati Pekalongan.

Bupati mengungkapkan bahwa Desa Wuled adalah salah satu desa yang menjadi pantuannya dalam pembangunan. Untuk itu, Bupati berjanji akan membantu guna akselerasi pembangunan di Desa Wuled tersebut.

Kepada para pengurus RT RW yang dilantik, Bupati mengucapkan selamat dan terima kasih atas partisipasinya dalam turut membangun Desa Wuled menuju lebih baik.

 “Dengan duduk menjadi pengurus RT RW, bapak-bapak sekalian telah berpartisipasi dalam pembangunan dan peduli terhadap masalah yang dihadapi warganya,” ujar Bupati.

Dijelaskan, masyarakat yang hidup di desa minimal ada tiga jenis golongan atau kelompok yaitu Golongan atau kelompok. Pertama, menurut Bupati yaitu orang-orang seperti kita yang turut berpartisipasi dalam pembangunan desa. Kedua, kelompok yang apatis dalam pembangunan desa. Biasanya mereka tidak mau ikut canpur dalam pengelolaan pembangunan di desa. Ketiga, golongan yang senangnya mengkritik atas kebijakan pembangunan desa.

“Itu adalah bagian dari dinamika sosial. Disitulah peran kepala desa untuk mendinamisir dengan baik dan bagaimana memberdayakan masyarakat yang secara kodrati terbagi menjadi tiga golongan/kelompok tersebut. Yang masih apatis, kita ajak dialog, kita tarik supaya ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Dan bagi golongan yang sering mengkritik, kita pahamkan agar kritiknya itu konstruktif dan turut berpartisipasi dalam pembangunan di desa. Dan jangan lupa utamakan musyawarah dengan wargam” papar Bupati.

Presiden RI Pertama Bung Karno, kata Bupati,  dulu pernah meringkas lima sila menjadi satu sila atau eka sila. Menurut Bung Karno, Dasar Negara itu cukup satu yaitu Gotong-Royong. Artinya bahwa Indonesia akan hidup dan bertahan terus-menerus asal kita mampu menghidupkan kembali ruh Desa, ruh masyarakat yaitu dengan bergotong-royong/ bermusyawarah. Ini ruhnya, jangan sampai hilang.

“Saya lihat Desa Wuled ini cukup maju dalam rangka menggerakan masyarakatnya. Kalau pak Lurah masih ada kekurangan dalam memimpin, hal itu masih wajar. Saya meyakini apabila pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) secara transparan, kemudian masyarakatnya terlibat berpartisipasi aktif maka kemajuan di desa dapat diukur dengan beberapa indikator antara lain indikator kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.


Powered by Blogger.